PANTURAUPDATE.COM – Semifinal kedua Piala Dunia 2026 akan menyajikan duel sarat gengsi antara Inggris dan Argentina. Pertandingan yang berlangsung di Atlanta, Amerika Serikat, pada Kamis (16/7/2026) dini hari WIB itu akan menentukan satu tiket terakhir menuju partai final, sekaligus mempertemukan dua negara yang memiliki sejarah rivalitas panjang di panggung sepak bola dunia.
Pertemuan kali ini menjadi salah satu laga paling dinanti karena mempertemukan dua tim yang sama-sama tampil impresif sepanjang turnamen. Inggris datang dengan performa yang terus meningkat, sedangkan Argentina berstatus juara bertahan dan membawa modal rekor kemenangan beruntun yang mengesankan.
Tim asuhan Thomas Tuchel berhasil menembus semifinal turnamen besar untuk keempat kalinya sejak 2018. Konsistensi tersebut menunjukkan perkembangan signifikan The Three Lions dalam beberapa tahun terakhir.
Di sisi lain, Argentina tampil dengan kepercayaan diri tinggi setelah membukukan 13 kemenangan beruntun sejak September tahun lalu. Pasukan Lionel Scaloni kini hanya membutuhkan dua kemenangan lagi untuk mempertahankan gelar sekaligus meraih trofi Piala Dunia keempat sepanjang sejarah mereka.
Pertandingan ini juga diprediksi menjadi panggung duel para bintang. Inggris mengandalkan ketajaman Jude Bellingham yang telah mengoleksi enam gol sepanjang turnamen. Sementara itu, Lionel Messi masih menjadi ancaman terbesar bagi lawan setelah memimpin daftar pencetak gol sementara dengan delapan gol.
Secara historis, Inggris memiliki catatan yang cukup baik saat menghadapi Argentina. Dari 14 pertemuan sebelumnya, The Three Lions hanya dua kali menelan kekalahan.
Pertemuan terakhir kedua negara berlangsung pada November 2005 dalam laga persahabatan yang dimenangkan Inggris melalui gol Michael Owen dan Wayne Rooney. Namun, sejarah rivalitas keduanya jauh lebih dalam, terutama sejak perempat final Piala Dunia 1986 yang dikenang lewat gol “Tangan Tuhan” dan aksi solo spektakuler Diego Maradona.
Persaingan itu kembali memanas pada Piala Dunia 1998 ketika David Beckham menerima kartu merah yang berujung kekalahan Inggris melalui adu penalti. Empat tahun berselang, Inggris membalas kekalahan tersebut lewat kemenangan pada fase grup Piala Dunia 2002.
Setelah hampir dua dekade tidak bertemu di turnamen besar, bentrokan kali ini dipastikan kembali menghadirkan tensi tinggi karena mempertaruhkan tempat di final.
Dari sisi performa, perjalanan Inggris menuju empat besar tidak sepenuhnya mulus. Mereka sempat kesulitan pada fase grup sebelum akhirnya menunjukkan peningkatan signifikan pada fase gugur. Kemenangan atas RD Kongo dan Norwegia menjadi bukti mental bertanding skuad asuhan Thomas Tuchel.
Meski demikian, Inggris masih memiliki pekerjaan rumah di lini belakang. Absennya Jarell Quansah akibat hukuman membuat Tuchel harus menentukan pilihan di sektor bek kanan. Djed Spence maupun Ezri Konsa berpeluang mengisi posisi tersebut untuk melengkapi duet John Stones dan Marc Guehi di jantung pertahanan.
Di lini tengah, kondisi Declan Rice masih terus dipantau setelah sempat mengalami gangguan kesehatan. Kehadirannya dinilai penting untuk menjaga keseimbangan permainan bersama Jude Bellingham yang tengah berada dalam performa terbaiknya. Sementara Harry Kane dipastikan tetap menjadi ujung tombak sekaligus pemimpin lini depan Inggris.
Argentina relatif tidak memiliki banyak perubahan dalam komposisi pemain. Lionel Scaloni diperkirakan tetap mengandalkan Emiliano Martinez di bawah mistar, dengan Cristian Romero dan Lisandro Martinez mengawal lini belakang. Lionel Messi akan menjadi motor serangan bersama Julian Alvarez, sementara Leandro Paredes diproyeksikan menjaga keseimbangan permainan di sektor tengah.
Melihat performa kedua tim sepanjang turnamen, pertandingan diperkirakan berlangsung ketat dengan intensitas tinggi. Inggris memiliki keunggulan dalam kecepatan transisi dan kekuatan fisik, sedangkan Argentina mengandalkan pengalaman, efektivitas serangan, serta kreativitas Lionel Messi. Siapa pun yang mampu tampil lebih disiplin dan memanfaatkan peluang dengan baik berpeluang mengamankan tiket menuju final Piala Dunia 2026.





