• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Privacy Policy
Jumat, September 18, 2026
Pantura Update
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Jateng
  • Advertorial
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Kriminal
  • Loker
  • Opini
  • Viral
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Jateng
  • Advertorial
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Kriminal
  • Loker
  • Opini
  • Viral
No Result
View All Result
Pantura Update
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Jateng
  • Advertorial
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Kriminal
  • Loker
  • Opini
  • Viral
Home Viral

Ricuh di UGM, Mahasiswa Kejar Pejabat Negara Usai Diskusi Pancasila Berlangsung Memanas

Redaksi Pantura Update by Redaksi Pantura Update
3 bulan ago
in Viral
Ricuh di UGM, Mahasiswa Kejar Pejabat Negara Usai Diskusi Pancasila Berlangsung Memanas
0
SHARES
12
VIEWS

Panturaupdate.com – Sebuah forum diskusi yang menghadirkan sejumlah pejabat negara di lingkungan Universitas Gadjah Mada (UGM), Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, berakhir ricuh pada Senin (16/6) malam. Acara bertajuk Kopdar Bareng Mas Dar yang mengangkat tema “Pancasila Pemersatu Bangsa Indonesia” awalnya berlangsung lancar dan kondusif. Namun situasi berubah setelah muncul pembahasan mengenai video viral yang melibatkan eks Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto.

Diskusi tersebut menghadirkan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, serta Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan Budiman Sudjatmiko. Ketiganya mendapat kesempatan menyampaikan pandangan mengenai berbagai isu kebangsaan sebelum suasana forum berubah menjadi tegang.

Awal Mula Ketegangan dalam Forum

Kopdar yang digelar di Joglo Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM semula berjalan seperti forum diskusi pada umumnya. Para narasumber menyampaikan materi dan berdialog dengan peserta yang hadir.

Namun, suasana mulai memanas ketika para pembicara diminta memberikan tanggapan terkait video yang sedang ramai diperbincangkan di media sosial. Video tersebut menampilkan Tiyo Ardianto yang mengaku menemukan alat yang diduga sebagai perangkat pelacak di mobilnya.

Pembahasan mengenai isu tersebut memicu reaksi dari sebagian peserta yang hadir. Situasi semakin sulit dikendalikan ketika sejumlah mahasiswa mulai melontarkan pertanyaan dan kritik secara lebih agresif kepada para narasumber.

BeritaTerkait

Tabebuya Bermekaran di Semarang, Jalan Madukoro Disulap Jadi Spot ‘Nge-Jepang’

Rayakan HUT ke-81 RI di Istana, Prabowo Duduk Bersama Jokowi dan Gibran

Semarak HUT ke-81 RI, Antusiasme Warga Padati Istana Merdeka

Budiman Sudjatmiko Dicari Mahasiswa

Di tengah meningkatnya tensi forum, Budiman Sudjatmiko tidak lagi terlihat di lokasi diskusi. Kondisi ini membuat sebagian mahasiswa berupaya mencari keberadaannya.

Sementara itu, puluhan hingga ratusan mahasiswa lainnya bergerak menuju pintu timur kawasan GIK untuk mengadang kendaraan yang ditumpangi para pejabat. Mereka menuntut agar para narasumber tetap berada di lokasi dan melanjutkan dialog secara terbuka.

Beberapa seruan terdengar dari kerumunan mahasiswa yang meminta Budiman kembali muncul untuk berdiskusi. Mereka menilai forum belum menjawab berbagai pertanyaan yang ingin disampaikan.

Nusron dan Sudaryono Temui Massa

Di tengah situasi yang semakin ramai, Nusron Wahid dan Sudaryono akhirnya keluar untuk menemui mahasiswa. Keduanya datang dengan pengawalan dan bergerak menuju area gerbang selatan UGM.

Namun sebelum mencapai titik keluar, rombongan dihentikan oleh mahasiswa yang meminta dialog langsung. Dalam momen tersebut, Nusron dan Sudaryono sempat duduk bersila di atas aspal bersama mahasiswa untuk mendengarkan berbagai aspirasi dan pertanyaan yang disampaikan.

Dialog berlangsung cukup dinamis. Mahasiswa menyoroti sejumlah isu, termasuk persoalan agraria dan alih fungsi lahan di Papua yang dinilai berdampak terhadap masyarakat setempat.

Dialog Memanas Hingga Terjadi Kejar-kejaran

Salah satu mahasiswa mempertanyakan tanggung jawab pemerintah terkait pengelolaan lahan yang disebut telah menggeser ruang hidup masyarakat di Papua. Pertanyaan tersebut ditujukan langsung kepada Nusron Wahid sebagai Menteri ATR/BPN.

Dalam jawabannya, Nusron mengajak mahasiswa untuk melihat langsung kondisi di lapangan agar memperoleh gambaran yang lebih utuh mengenai persoalan tersebut. Namun jawaban itu tidak sepenuhnya memuaskan sebagian peserta dialog.

Ketegangan kembali meningkat dan suasana menjadi semakin panas. Beberapa menit kemudian, Nusron dan Sudaryono memutuskan untuk melanjutkan perjalanan menuju Bundaran UGM dengan pengawalan yang cukup ketat.

Mahasiswa berusaha menghalangi laju rombongan menggunakan water barrier. Meski demikian, pengawalan yang mengiringi kedua pejabat tersebut berhasil membuka jalan. Situasi kemudian berubah menjadi aksi kejar-kejaran ketika rombongan bergerak menuju sisi timur Bundaran UGM.

Dinamika Aspirasi dan Ruang Dialog

Peristiwa ini menjadi sorotan karena menunjukkan tingginya perhatian mahasiswa terhadap berbagai isu kebijakan publik. Di sisi lain, kejadian tersebut juga menggambarkan pentingnya ruang dialog yang terbuka antara pemerintah dan kalangan akademisi.

Beberapa poin yang menjadi perhatian dalam peristiwa tersebut antara lain:

  • Tuntutan mahasiswa agar dialog berlangsung lebih terbuka.
  • Kritik terhadap sejumlah kebijakan yang dianggap berdampak pada masyarakat.
  • Harapan agar pejabat publik memberikan jawaban yang lebih konkret terhadap berbagai persoalan yang diangkat.
  • Pentingnya menjaga kondusivitas dalam penyampaian aspirasi.

Penutup

Kericuhan yang terjadi usai diskusi di UGM menjadi gambaran bagaimana forum publik dapat berkembang menjadi ruang penyampaian aspirasi yang penuh dinamika. Meski sempat diwarnai ketegangan dan aksi kejar-kejaran, peristiwa tersebut menunjukkan besarnya perhatian mahasiswa terhadap isu-isu kebangsaan dan kebijakan pemerintah.

Ke depan, dialog yang lebih terbuka, komunikatif, dan konstruktif diharapkan dapat menjadi jembatan antara pemangku kebijakan dan masyarakat, khususnya kalangan mahasiswa yang selama ini dikenal aktif mengawal berbagai isu publik.

Tags: Nusron WahidUGM
Redaksi Pantura Update

Redaksi Pantura Update

BeritaTerkait

Tabebuya Bermekaran di Semarang, Jalan Madukoro Disulap Jadi Spot 'Nge-Jepang'

Tabebuya Bermekaran di Semarang, Jalan Madukoro Disulap Jadi Spot ‘Nge-Jepang’

Agustus 17, 2026
Rayakan HUT ke-81 RI di Istana, Prabowo Duduk Bersama Jokowi dan Gibran

Rayakan HUT ke-81 RI di Istana, Prabowo Duduk Bersama Jokowi dan Gibran

Agustus 17, 2026
Semarak HUT ke-81 RI, Antusiasme Warga Padati Istana Merdeka

Semarak HUT ke-81 RI, Antusiasme Warga Padati Istana Merdeka

Agustus 17, 2026
Load More
Next Post
Kontroversi Piala Dunia 2026: Messi Cetak Hattrick, Dugaan Perlakuan Istimewa dari Wasit Jadi Sorotan

Kontroversi Piala Dunia 2026: Messi Cetak Hattrick, Dugaan Perlakuan Istimewa dari Wasit Jadi Sorotan

BeritaPopuler

  • Kenapa Sultan Yogyakarta Tidak Melewati Plengkung Gading? Ternyata Ini Sejarah dan Makna di Baliknya

    Kenapa Sultan Yogyakarta Tidak Melewati Plengkung Gading? Ternyata Ini Sejarah dan Makna di Baliknya

    77 shares
    Share 0 Tweet 0
  • BCA Tebar Dividen Interim Rp 3,07 Triliun, Ini Jadwal Pembayarannya

    43 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Arsenal Hancurkan Man City 3-0, The Gunners Juara Community Shield 2026

    241 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Privacy Policy

Copyright ©2026 Pantura Update - All rights reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Jateng
  • Advertorial
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Kriminal
  • Loker
  • Opini
  • Viral

Copyright ©2026 Pantura Update - All rights reserved