• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Privacy Policy
Senin, Agustus 3, 2026
Pantura Update
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Jateng
  • Advertorial
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Kriminal
  • Loker
  • Opini
  • Viral
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Jateng
  • Advertorial
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Kriminal
  • Loker
  • Opini
  • Viral
No Result
View All Result
Pantura Update
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Jateng
  • Advertorial
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Kriminal
  • Loker
  • Opini
  • Viral
Home Viral

Ricuh di UGM, Mahasiswa Kejar Pejabat Negara Usai Diskusi Pancasila Berlangsung Memanas

Redaksi Pantura Update by Redaksi Pantura Update
2 bulan ago
in Viral
Ricuh di UGM, Mahasiswa Kejar Pejabat Negara Usai Diskusi Pancasila Berlangsung Memanas
0
SHARES
12
VIEWS

Panturaupdate.com – Sebuah forum diskusi yang menghadirkan sejumlah pejabat negara di lingkungan Universitas Gadjah Mada (UGM), Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, berakhir ricuh pada Senin (16/6) malam. Acara bertajuk Kopdar Bareng Mas Dar yang mengangkat tema “Pancasila Pemersatu Bangsa Indonesia” awalnya berlangsung lancar dan kondusif. Namun situasi berubah setelah muncul pembahasan mengenai video viral yang melibatkan eks Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto.

Diskusi tersebut menghadirkan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, serta Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan Budiman Sudjatmiko. Ketiganya mendapat kesempatan menyampaikan pandangan mengenai berbagai isu kebangsaan sebelum suasana forum berubah menjadi tegang.

Awal Mula Ketegangan dalam Forum

Kopdar yang digelar di Joglo Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM semula berjalan seperti forum diskusi pada umumnya. Para narasumber menyampaikan materi dan berdialog dengan peserta yang hadir.

Namun, suasana mulai memanas ketika para pembicara diminta memberikan tanggapan terkait video yang sedang ramai diperbincangkan di media sosial. Video tersebut menampilkan Tiyo Ardianto yang mengaku menemukan alat yang diduga sebagai perangkat pelacak di mobilnya.

Pembahasan mengenai isu tersebut memicu reaksi dari sebagian peserta yang hadir. Situasi semakin sulit dikendalikan ketika sejumlah mahasiswa mulai melontarkan pertanyaan dan kritik secara lebih agresif kepada para narasumber.

BeritaTerkait

Spanyol Akhiri Penantian 16 Tahun, Taklukkan Argentina dan Rebut Gelar Juara Piala Dunia 2026

Istana Tegaskan Posisi Duduk Wapres Gibran di Barisan Menteri Hanya karena Pertimbangan Teknis

Heboh Prajurit TNI Jadi Sopir Truk Tangki Pertamina, Mensesneg Beberkan Alasan Pemerintah

Budiman Sudjatmiko Dicari Mahasiswa

Di tengah meningkatnya tensi forum, Budiman Sudjatmiko tidak lagi terlihat di lokasi diskusi. Kondisi ini membuat sebagian mahasiswa berupaya mencari keberadaannya.

Sementara itu, puluhan hingga ratusan mahasiswa lainnya bergerak menuju pintu timur kawasan GIK untuk mengadang kendaraan yang ditumpangi para pejabat. Mereka menuntut agar para narasumber tetap berada di lokasi dan melanjutkan dialog secara terbuka.

Beberapa seruan terdengar dari kerumunan mahasiswa yang meminta Budiman kembali muncul untuk berdiskusi. Mereka menilai forum belum menjawab berbagai pertanyaan yang ingin disampaikan.

Nusron dan Sudaryono Temui Massa

Di tengah situasi yang semakin ramai, Nusron Wahid dan Sudaryono akhirnya keluar untuk menemui mahasiswa. Keduanya datang dengan pengawalan dan bergerak menuju area gerbang selatan UGM.

Namun sebelum mencapai titik keluar, rombongan dihentikan oleh mahasiswa yang meminta dialog langsung. Dalam momen tersebut, Nusron dan Sudaryono sempat duduk bersila di atas aspal bersama mahasiswa untuk mendengarkan berbagai aspirasi dan pertanyaan yang disampaikan.

Dialog berlangsung cukup dinamis. Mahasiswa menyoroti sejumlah isu, termasuk persoalan agraria dan alih fungsi lahan di Papua yang dinilai berdampak terhadap masyarakat setempat.

Dialog Memanas Hingga Terjadi Kejar-kejaran

Salah satu mahasiswa mempertanyakan tanggung jawab pemerintah terkait pengelolaan lahan yang disebut telah menggeser ruang hidup masyarakat di Papua. Pertanyaan tersebut ditujukan langsung kepada Nusron Wahid sebagai Menteri ATR/BPN.

Dalam jawabannya, Nusron mengajak mahasiswa untuk melihat langsung kondisi di lapangan agar memperoleh gambaran yang lebih utuh mengenai persoalan tersebut. Namun jawaban itu tidak sepenuhnya memuaskan sebagian peserta dialog.

Ketegangan kembali meningkat dan suasana menjadi semakin panas. Beberapa menit kemudian, Nusron dan Sudaryono memutuskan untuk melanjutkan perjalanan menuju Bundaran UGM dengan pengawalan yang cukup ketat.

Mahasiswa berusaha menghalangi laju rombongan menggunakan water barrier. Meski demikian, pengawalan yang mengiringi kedua pejabat tersebut berhasil membuka jalan. Situasi kemudian berubah menjadi aksi kejar-kejaran ketika rombongan bergerak menuju sisi timur Bundaran UGM.

Dinamika Aspirasi dan Ruang Dialog

Peristiwa ini menjadi sorotan karena menunjukkan tingginya perhatian mahasiswa terhadap berbagai isu kebijakan publik. Di sisi lain, kejadian tersebut juga menggambarkan pentingnya ruang dialog yang terbuka antara pemerintah dan kalangan akademisi.

Beberapa poin yang menjadi perhatian dalam peristiwa tersebut antara lain:

  • Tuntutan mahasiswa agar dialog berlangsung lebih terbuka.
  • Kritik terhadap sejumlah kebijakan yang dianggap berdampak pada masyarakat.
  • Harapan agar pejabat publik memberikan jawaban yang lebih konkret terhadap berbagai persoalan yang diangkat.
  • Pentingnya menjaga kondusivitas dalam penyampaian aspirasi.

Penutup

Kericuhan yang terjadi usai diskusi di UGM menjadi gambaran bagaimana forum publik dapat berkembang menjadi ruang penyampaian aspirasi yang penuh dinamika. Meski sempat diwarnai ketegangan dan aksi kejar-kejaran, peristiwa tersebut menunjukkan besarnya perhatian mahasiswa terhadap isu-isu kebangsaan dan kebijakan pemerintah.

Ke depan, dialog yang lebih terbuka, komunikatif, dan konstruktif diharapkan dapat menjadi jembatan antara pemangku kebijakan dan masyarakat, khususnya kalangan mahasiswa yang selama ini dikenal aktif mengawal berbagai isu publik.

Tags: Nusron WahidUGM
Redaksi Pantura Update

Redaksi Pantura Update

BeritaTerkait

Spanyol Akhiri Penantian 16 Tahun, Taklukkan Argentina dan Rebut Gelar Juara Piala Dunia 2026

Spanyol Akhiri Penantian 16 Tahun, Taklukkan Argentina dan Rebut Gelar Juara Piala Dunia 2026

Juli 21, 2026
Istana Tegaskan Posisi Duduk Wapres Gibran di Barisan Menteri Hanya karena Pertimbangan Teknis

Istana Tegaskan Posisi Duduk Wapres Gibran di Barisan Menteri Hanya karena Pertimbangan Teknis

Juli 21, 2026
Heboh Prajurit TNI Jadi Sopir Truk Tangki Pertamina, Mensesneg Beberkan Alasan Pemerintah

Heboh Prajurit TNI Jadi Sopir Truk Tangki Pertamina, Mensesneg Beberkan Alasan Pemerintah

Juli 17, 2026
Load More
Next Post
Kontroversi Piala Dunia 2026: Messi Cetak Hattrick, Dugaan Perlakuan Istimewa dari Wasit Jadi Sorotan

Kontroversi Piala Dunia 2026: Messi Cetak Hattrick, Dugaan Perlakuan Istimewa dari Wasit Jadi Sorotan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BeritaPopuler

  • Muhammad Naoval Ardan bersama Dosen penguji setelah resmi menyandang gelar doktor setelah sukses mempertahankan disertasinya di Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang

    Dewan Ustadz Ponpes Al-Amanah Demak Raih Gelar Doktor, Angkat Pemikiran Sosrokartono untuk Pendidikan Karakter

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kritik DPR soal ASN “Absen, Ngopi, Pulang” Tuai Sorotan, Warganet Ramai Minta Legislator Introspeksi

    6 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apa Itu Leverage dalam Trading Forex dan Cara Menggunakannya dengan Bijak

    13 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengapa CSMS Menjadi Faktor Penentu Lolos Seleksi Vendor dan Kontraktor

    36 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Turunkan Stunting dan Perkuat Pencegahan Narkoba, Unwahas Terjunkan 671 Mahasiswa KKN di Kendal

    42 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kejagung Tanggapi Dissenting Opinion Hakim di Kasus Nadiem: Empat Hakim Tetap Nyatakan Bersalah

    21 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Privacy Policy

Copyright ©2026 Pantura Update - All rights reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Jateng
  • Advertorial
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Kriminal
  • Loker
  • Opini
  • Viral

Copyright ©2026 Pantura Update - All rights reserved