PANTURAUPDATE.COM — Lionel Messi kembali menjadi pusat perhatian pada ajang Piala Dunia 2026. Namun kali ini, sorotan tidak hanya tertuju pada ketajamannya di depan gawang, melainkan juga pada kontroversi yang muncul di balik kemenangan telak Argentina atas Aljazair.
Dalam laga pembuka Grup J yang berlangsung di Stadion Kansas City, Rabu (17/6/2026), kapten timnas Argentina itu tampil gemilang dengan mencetak tiga gol sekaligus. Messi membobol gawang Aljazair pada menit ke-17, 60, dan 76 untuk membawa Albiceleste menang meyakinkan sekaligus memuncaki klasemen sementara grup.
Berkat kemenangan tersebut, Argentina berada di posisi teratas Grup J, unggul atas Austria yang pada pertandingan lain berhasil mengalahkan Yordania dengan skor 3-1.
Meski demikian, performa impresif Messi tidak sepenuhnya menjadi bahan pujian. Sebuah insiden yang terjadi pada menit ke-32 memicu perdebatan luas di kalangan pengamat sepak bola dan pendukung dari berbagai negara.
Dalam tayangan pertandingan, Messi terlihat melakukan kontak terhadap kapten Aljazair, Aissa Mandi. Rekaman televisi memperlihatkan kaki pemain Inter Miami tersebut mengenai bagian belakang betis Mandi hingga sang bek terjatuh di lapangan.
Insiden itu sempat menjadi perhatian publik karena wasit utama Simon Marciniak tidak memberikan pelanggaran, sementara tim Video Assistant Referee (VAR) juga tidak meminta peninjauan ulang. Pertandingan pun terus berjalan tanpa adanya kartu kuning maupun kartu merah untuk Messi.
Keputusan tersebut langsung memunculkan reaksi dari sejumlah pengamat sepak bola. Banyak yang mempertanyakan mengapa insiden itu tidak mendapat evaluasi lebih lanjut, mengingat tayangan ulang menunjukkan adanya kontak yang dianggap cukup berbahaya.
Komentator ESPN FC, Ale Moreno, menjadi salah satu sosok yang paling vokal menyoroti kejadian tersebut. Menurutnya, tindakan Messi layak mendapat hukuman yang lebih tegas.
“Itu terlihat seperti pelanggaran serius. Jika melihat tayangan ulang, banyak orang akan berpendapat bahwa insiden tersebut pantas mendapat kartu merah,” ujar Moreno dalam analisis pascapertandingan.
Moreno juga menilai keputusan perangkat pertandingan semakin memperkuat persepsi bahwa pemain-pemain besar kerap mendapatkan perlakuan berbeda dibanding pemain lainnya.
Ia bahkan mempertanyakan mengapa wasit tidak dipanggil untuk meninjau ulang kejadian melalui monitor VAR di pinggir lapangan. Menurutnya, proses tersebut seharusnya dilakukan demi memastikan keputusan yang diambil benar-benar tepat.
Senada dengan Moreno, mantan bek Manchester City, Nedum Onuoha, turut mengkritik bagaimana insiden tersebut nyaris luput dari pembahasan selama siaran langsung berlangsung.
Menurut Onuoha, komentator pertandingan justru lebih fokus membahas upaya pressing yang dilakukan Messi ketimbang menyoroti potensi pelanggaran yang terjadi terhadap Mandi.
“Ketika kami melihat tayangan ulang, insiden itu terlihat cukup serius. Namun selama siaran langsung hampir tidak ada pembahasan mengenai kejadian tersebut,” kata Onuoha.
Hingga kini, FIFA maupun perangkat pertandingan belum memberikan pernyataan resmi terkait kontroversi tersebut. Di sisi lain, kemenangan Argentina dan hattrick Messi tetap menjadi salah satu cerita terbesar pada pekan pertama Piala Dunia 2026.
Meski demikian, perdebatan mengenai keputusan wasit diperkirakan masih akan terus berlanjut dan menjadi salah satu topik hangat yang mewarnai perjalanan turnamen terbesar sepak bola dunia itu.





