PANTURAUPDATE.COM – Proyek Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) Alat Penerangan Jalan (APJ) di Kabupaten Batang mendapat respons positif dari kalangan dunia usaha. Sebanyak 22 peserta yang terdiri atas 20 perusahaan tunggal dan dua konsorsium tercatat mengikuti tahapan transaksi proyek senilai Rp143,8 miliar tersebut.
Tingginya minat peserta dinilai menjadi sinyal kuat bahwa proyek infrastruktur yang disiapkan Pemerintah Kabupaten Batang memiliki daya tarik investasi sekaligus prospek bisnis yang menjanjikan. Selain meningkatkan kualitas penerangan jalan, proyek ini juga dirancang sebagai bagian dari pengembangan konsep kota cerdas atau smart city.
Saat memasuki tahapan aanwijzing atau penjelasan dokumen lelang, seluruh peserta memperoleh pemaparan mengenai ruang lingkup pekerjaan, spesifikasi teknis, hingga mekanisme pelaksanaan proyek yang direncanakan berlangsung selama 10 tahun tujuh bulan.
Kepala Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bapperida) Kabupaten Batang, Bagus Pambudi, mengatakan tingginya jumlah peserta menunjukkan kepercayaan pelaku usaha terhadap proyek yang ditawarkan pemerintah daerah.
“Hari ini peserta mengikuti aanwijzing atau penjelasan proyek. Ada 22 peserta, terdiri atas 20 perusahaan tunggal dan dua konsorsium,” ujar Bagus, Minggu (19/7/2026).
Menurutnya, proyek tersebut tidak hanya berorientasi pada penyediaan lampu penerangan jalan, tetapi juga menghadirkan berbagai teknologi pendukung yang akan memperkuat sistem pelayanan publik berbasis digital.
Dalam pelaksanaannya, sebanyak 8.937 lampu akan dipasang pada 8.100 titik yang tersebar di ruas jalan kabupaten hingga kawasan permukiman. Selain itu, proyek juga mencakup pemasangan 123 unit kamera pengawas (CCTV), 220 perangkat smart metering, 19 papan informasi digital (running text), 10 sensor kualitas udara, serta sembilan sensor banjir.
Seluruh perangkat tersebut nantinya akan saling terintegrasi untuk mendukung pemantauan kondisi lapangan secara real time. Pemerintah daerah berharap sistem tersebut mampu meningkatkan keamanan, keselamatan pengguna jalan, sekaligus memperkuat pengambilan keputusan berbasis data.
Bagus menjelaskan, salah satu manfaat utama proyek ini adalah peningkatan efisiensi biaya operasional penerangan jalan. Melalui penerapan teknologi smart metering, penggunaan listrik dapat dipantau secara lebih akurat sehingga potensi pemborosan energi dapat ditekan.
Pemerintah Kabupaten Batang memperkirakan sistem tersebut mampu menghemat biaya pembayaran listrik penerangan jalan hingga sekitar Rp6 miliar setiap tahun.
“Peserta juga kami minta mencermati seluruh aspek teknis, mulai spesifikasi pekerjaan, integrasi jaringan serat optik, hingga penyusunan dokumen penawaran. Kami berharap penawaran yang masuk benar-benar optimal dan sesuai kebutuhan dokumen pengadaan,” kata Bagus.
Ia menegaskan seluruh proses pengadaan dilaksanakan secara terbuka dengan pengawasan dari Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Sekretariat Daerah Kabupaten Batang bersama tim terkait. Pemerintah daerah berkomitmen menjaga seluruh tahapan lelang sesuai prinsip tata kelola pemerintahan yang baik dengan mengedepankan transparansi, akuntabilitas, integritas, serta mencegah praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme.
Setelah tahapan penjelasan dokumen selesai, seluruh peserta akan mengikuti peninjauan lapangan sebagai bagian dari penyusunan dokumen penawaran. Langkah tersebut dinilai penting agar calon investor memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi lokasi dan kebutuhan teknis proyek.
Pemkab Batang menargetkan proses evaluasi penawaran dapat diselesaikan pada November 2026. Selanjutnya, pemenang lelang diharapkan segera ditetapkan sehingga pekerjaan konstruksi bisa dimulai pada Desember 2026 dan ditargetkan rampung pada Juli 2027.
Melalui proyek KPBU ini, Pemerintah Kabupaten Batang berharap sistem penerangan jalan menjadi lebih modern, hemat energi, dan terintegrasi dengan teknologi digital. Kehadiran infrastruktur tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan kenyamanan masyarakat, tetapi juga mempercepat transformasi Batang sebagai daerah yang mengadopsi konsep smart city dan semakin menarik bagi investasi di masa mendatang.





