• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Privacy Policy
Senin, Agustus 3, 2026
Pantura Update
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Jateng
  • Advertorial
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Kriminal
  • Loker
  • Opini
  • Viral
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Jateng
  • Advertorial
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Kriminal
  • Loker
  • Opini
  • Viral
No Result
View All Result
Pantura Update
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Jateng
  • Advertorial
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Kriminal
  • Loker
  • Opini
  • Viral
Home Nasional

Istana Tegaskan Posisi Duduk Wapres Gibran di Barisan Menteri Hanya karena Pertimbangan Teknis

Redaksi Pantura Update by Redaksi Pantura Update
2 minggu ago
in Nasional, Viral
Istana Tegaskan Posisi Duduk Wapres Gibran di Barisan Menteri Hanya karena Pertimbangan Teknis

Mensesneg Prasetyo Hadi memberikan keterangan ke Wartawan di Istana Negara Jakarta

76
SHARES
213
VIEWS

PANTURAUPDATE.COM — Istana Kepresidenan menegaskan bahwa posisi duduk Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di barisan menteri saat Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/7/2026), semata-mata ditentukan oleh kebutuhan teknis penyelenggaraan acara. Pengaturan tersebut dipastikan tidak berkaitan dengan perubahan kedudukan maupun kewenangan konstitusional Wakil Presiden.

Penjelasan itu disampaikan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyusul munculnya perhatian publik terhadap tata letak ruang sidang yang berbeda dibandingkan sidang kabinet sebelumnya. Dalam sidang kali ini, Gibran terlihat duduk menghadap Presiden Prabowo Subianto bersama jajaran menteri, tepat di samping Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

“Kalau yang dipertanyakan adalah posisi Bapak Wakil Presiden, menurut kami itu hanya kebutuhan teknis semata. Tidak ada hal-hal lain yang perlu dikhawatirkan,” ujar Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (21/7/2026).

Prasetyo menjelaskan, Sidang Kabinet Paripurna tersebut merupakan agenda rutin yang kembali digelar setelah sekitar empat bulan sejak pertemuan terakhir pada Maret 2026. Dalam forum itu, Presiden Prabowo menyampaikan evaluasi pelaksanaan berbagai program prioritas pemerintah sekaligus memberikan arahan untuk percepatan kinerja pada semester kedua tahun ini.

Menurutnya, banyaknya materi yang harus dipaparkan membuat Presiden menggunakan teleprompter sebagai alat bantu selama penyampaian arahan. Kondisi itu memengaruhi desain tata letak ruangan sehingga seluruh peserta dapat melihat Presiden dengan jelas, sementara Presiden juga lebih mudah menjaga kontak mata dengan seluruh anggota kabinet.

BeritaTerkait

ATR/BPN Terapkan Pengukuran Tanah Maksimal 12 Hari Mulai 17 Agustus 2026

Menag Sebut Kepemimpinan Prabowo Berada di Jalur Tepat, Ajak Masyarakat Bersyukur di Tengah Tantangan Global

Hasil Survei SMRC: Elektabilitas Dedi Mulyadi Lampaui Prabowo, Warga Jawa Barat Beri Beragam Tanggapan

“Karena banyak program yang disampaikan beserta data pendukungnya, Presiden menggunakan teleprompter. Itu yang menjadi salah satu pertimbangan dalam pengaturan posisi duduk,” kata Prasetyo.

Penjelasan senada disampaikan Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari. Ia menegaskan bahwa susunan tempat duduk dalam Sidang Kabinet Paripurna kali ini mengikuti format taklimat Presiden kepada seluruh anggota kabinet, bukan format rapat yang menempatkan Presiden dan Wakil Presiden duduk berdampingan.

Menurut Qodari, pengaturan tersebut bertujuan meningkatkan efektivitas komunikasi selama Presiden menyampaikan arahan. Dengan jumlah peserta yang cukup banyak, seluruh anggota kabinet diharapkan dapat mengikuti paparan secara optimal.

“Posisi duduk mengikuti format taklimat Presiden kepada seluruh anggota kabinet, sehingga pengaturan ruang disesuaikan untuk mendukung efektivitas penyampaian arahan,” ujar Qodari.

Ia juga menepis anggapan bahwa posisi duduk Gibran mencerminkan perubahan hubungan kerja antara Presiden dan Wakil Presiden. Menurutnya, tata letak ruangan sama sekali tidak berkaitan dengan aspek politik maupun konstitusional.

“Pengaturan tempat duduk hanya merupakan keputusan teknis penyelenggara acara. Tidak ada perubahan kedudukan ataupun pengurangan peran konstitusional Wakil Presiden,” tegasnya.

Perbedaan tata letak memang terlihat jika dibandingkan dengan Sidang Kabinet Paripurna pada Maret 2026. Saat itu, Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran duduk berdampingan di bagian depan, sementara para menteri menempati formasi yang saling berhadapan.

Adapun dalam sidang pada Juli 2026, Presiden berada di bagian depan sebagai pusat penyampaian taklimat, sedangkan seluruh peserta, termasuk Wakil Presiden, duduk menghadap ke arah Presiden. Pemerintah pun meminta masyarakat tidak mengaitkan perubahan tata letak tersebut dengan spekulasi mengenai perubahan struktur pemerintahan maupun pembagian kewenangan antara Presiden dan Wakil Presiden.

Tags: Gibran Rakabuming RakaKabinet Merah PutihPrresiden PrabowoWapres RI
Redaksi Pantura Update

Redaksi Pantura Update

BeritaTerkait

ATR/BPN Terapkan Pengukuran Tanah Maksimal 12 Hari Mulai 17 Agustus 2026

ATR/BPN Terapkan Pengukuran Tanah Maksimal 12 Hari Mulai 17 Agustus 2026

Agustus 1, 2026
Menag Sebut Kepemimpinan Prabowo Berada di Jalur Tepat, Ajak Masyarakat Bersyukur di Tengah Tantangan Global

Menag Sebut Kepemimpinan Prabowo Berada di Jalur Tepat, Ajak Masyarakat Bersyukur di Tengah Tantangan Global

Agustus 1, 2026
Hasil Survei SMRC: Elektabilitas Dedi Mulyadi Lampaui Prabowo, Warga Jawa Barat Beri Beragam Tanggapan

Hasil Survei SMRC: Elektabilitas Dedi Mulyadi Lampaui Prabowo, Warga Jawa Barat Beri Beragam Tanggapan

Agustus 1, 2026
Load More
Next Post
Spanyol Akhiri Penantian 16 Tahun, Taklukkan Argentina dan Rebut Gelar Juara Piala Dunia 2026

Spanyol Akhiri Penantian 16 Tahun, Taklukkan Argentina dan Rebut Gelar Juara Piala Dunia 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BeritaPopuler

  • Muhammad Naoval Ardan bersama Dosen penguji setelah resmi menyandang gelar doktor setelah sukses mempertahankan disertasinya di Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang

    Dewan Ustadz Ponpes Al-Amanah Demak Raih Gelar Doktor, Angkat Pemikiran Sosrokartono untuk Pendidikan Karakter

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kritik DPR soal ASN “Absen, Ngopi, Pulang” Tuai Sorotan, Warganet Ramai Minta Legislator Introspeksi

    6 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apa Itu Leverage dalam Trading Forex dan Cara Menggunakannya dengan Bijak

    13 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengapa CSMS Menjadi Faktor Penentu Lolos Seleksi Vendor dan Kontraktor

    36 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Turunkan Stunting dan Perkuat Pencegahan Narkoba, Unwahas Terjunkan 671 Mahasiswa KKN di Kendal

    42 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kejagung Tanggapi Dissenting Opinion Hakim di Kasus Nadiem: Empat Hakim Tetap Nyatakan Bersalah

    21 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Privacy Policy

Copyright ©2026 Pantura Update - All rights reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Jateng
  • Advertorial
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Kriminal
  • Loker
  • Opini
  • Viral

Copyright ©2026 Pantura Update - All rights reserved