• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Privacy Policy
Jumat, September 18, 2026
Pantura Update
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Jateng
  • Advertorial
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Kriminal
  • Loker
  • Opini
  • Viral
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Jateng
  • Advertorial
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Kriminal
  • Loker
  • Opini
  • Viral
No Result
View All Result
Pantura Update
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Jateng
  • Advertorial
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Kriminal
  • Loker
  • Opini
  • Viral
Home Jateng

Harlah BEM Fakultas Teknik Unwahas Diwarnai Aksi Peduli Lingkungan, 4.000 Bibit Ikan Ditebar di Waduk Jatibarang

Redaksi Pantura Update by Redaksi Pantura Update
2 bulan ago
in Jateng, Pendidikan
Harlah BEM Fakultas Teknik Unwahas Diwarnai Aksi Peduli Lingkungan, 4.000 Bibit Ikan Ditebar di Waduk Jatibarang

Dekan Fakultas Teknik Unwahas, Dr. Imam Safa'at beserta Mahasiswa BEM Fakultas Teknik Unwahas saat Acara Tabur Benih Ikan di Waduk Jatibarang Kota Semarang

76
SHARES
215
VIEWS

PANTURAUPDATE.COM – Peringatan Hari Lahir (Harlah) Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) tahun 2026 tidak hanya diisi dengan kegiatan seremonial. Organisasi kemahasiswaan tersebut memilih menghadirkan aksi nyata melalui program pengabdian kepada masyarakat berupa edukasi pelestarian lingkungan dan penyebaran 4.000 bibit ikan di kawasan Waduk Jatibarang, Kota Semarang.

Kegiatan yang mengusung tema “Pengabdian Mahasiswa kepada Masyarakat sebagai Wujud Kepedulian Lingkungan” ini menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga keberlanjutan ekosistem perairan sekaligus memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat.

Program tersebut mendapat dukungan dari berbagai pihak, di antaranya Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Pembangunan Prasarana Pengawasan Sumber Daya Perikanan Dinas Perikanan Kota Semarang, Indah Kurniasih W., S.TP., M.Ling., serta perwakilan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Waduk Jatibarang, Widodo.

Ketua Panitia, Taqiyya Azka Aqhniya, memimpin jalannya kegiatan yang juga dihadiri Ketua BEM Fakultas Teknik Unwahas Alya Melinda Fafaroh, jajaran pengurus organisasi mahasiswa, civitas akademika Fakultas Teknik, serta masyarakat sekitar Waduk Jatibarang.

Dekan Fakultas Teknik Unwahas, Dr. Imam Syafa’at, S.T., M.T., menyampaikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa yang memilih memperingati hari jadi organisasi melalui kegiatan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat dan lingkungan.

BeritaTerkait

Tabebuya Bermekaran di Semarang, Jalan Madukoro Disulap Jadi Spot ‘Nge-Jepang’

Perbedaan Pura Mangkunegaran dan Keraton Solo, Mengapa Ada Dua Istana di Surakarta?

Mengapa Bandung, Yogyakarta, dan Semarang Punya Banyak Bangunan Kolonial Belanda?

Menurutnya, penyebaran ribuan bibit ikan bukan sekadar kegiatan simbolis, melainkan bentuk nyata kontribusi mahasiswa dalam menjaga keseimbangan ekosistem perairan sekaligus meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap pelestarian lingkungan.

Ia menegaskan bahwa waduk memiliki fungsi strategis, tidak hanya sebagai sumber daya air, tetapi juga sebagai habitat berbagai jenis biota yang harus dijaga keberlangsungannya. Oleh karena itu, keterlibatan generasi muda dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung keberhasilan upaya konservasi lingkungan.

“Melalui kegiatan seperti ini, mahasiswa menunjukkan bahwa pengabdian kepada masyarakat dapat diwujudkan melalui aksi nyata yang memberi manfaat bagi lingkungan maupun masyarakat sekitar,” ujarnya.

Selain penyebaran bibit ikan, peserta juga mengikuti edukasi mengenai pentingnya menjaga kualitas lingkungan, mengurangi pencemaran, serta meningkatkan kesadaran kolektif dalam merawat kawasan Waduk Jatibarang sebagai salah satu aset ekologi sekaligus destinasi wisata di Kota Semarang.

Dosen pendamping kegiatan, Mustagfirin, S.Sn., M.Kom., menilai mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai agen perubahan yang mampu menghadirkan solusi terhadap berbagai persoalan di masyarakat. Menurutnya, peran tersebut tidak cukup diwujudkan melalui gagasan semata, tetapi harus dibarengi tindakan nyata.

Ia mendorong mahasiswa untuk terus mengembangkan kemampuan kepemimpinan, komunikasi, dan keberanian menyampaikan gagasan secara santun dengan didukung data serta solusi yang dapat dipertanggungjawabkan.

Menurut Mustagfirin, kegiatan pelestarian lingkungan yang dipadukan dengan edukasi masyarakat menjadi contoh konkret bagaimana mahasiswa dapat berkontribusi dalam mendukung pembangunan berkelanjutan sekaligus membangun budaya peduli lingkungan sejak dini.

Sementara itu, Ketua BEM Fakultas Teknik Unwahas, Alya Melinda Fafaroh, berharap Harlah BEM tahun ini menjadi momentum memperkuat semangat pengabdian mahasiswa kepada masyarakat. Ia menilai kegiatan sosial dan lingkungan perlu terus dikembangkan agar keberadaan organisasi mahasiswa mampu memberikan dampak positif yang lebih luas.

Kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah daerah, Pokdarwis, dan masyarakat dinilai menjadi modal penting dalam menjaga kelestarian Waduk Jatibarang. Sinergi tersebut diharapkan mampu menciptakan ekosistem yang lebih sehat sekaligus mendukung keberlanjutan sumber daya perairan untuk jangka panjang.

Melalui penyebaran 4.000 bibit ikan serta edukasi pelestarian lingkungan, Fakultas Teknik Unwahas ingin menunjukkan bahwa peran mahasiswa tidak hanya terbatas pada aktivitas akademik di ruang kuliah. Lebih dari itu, mahasiswa memiliki tanggung jawab sosial untuk hadir di tengah masyarakat, menghadirkan solusi, serta menjadi pelopor gerakan yang mendorong terciptanya lingkungan yang lestari dan berkelanjutan.

Tags: BEM Teknik UnwahasFakultas Teknik UnwahasUNWAHAS SEMARANG
Redaksi Pantura Update

Redaksi Pantura Update

BeritaTerkait

Tabebuya Bermekaran di Semarang, Jalan Madukoro Disulap Jadi Spot 'Nge-Jepang'

Tabebuya Bermekaran di Semarang, Jalan Madukoro Disulap Jadi Spot ‘Nge-Jepang’

Agustus 17, 2026
Perbedaan Pura Mangkunegaran dan Keraton Solo, Mengapa Ada Dua Istana di Surakarta?

Perbedaan Pura Mangkunegaran dan Keraton Solo, Mengapa Ada Dua Istana di Surakarta?

Agustus 17, 2026
Mengapa Bandung, Yogyakarta, dan Semarang Punya Banyak Bangunan Kolonial Belanda?

Mengapa Bandung, Yogyakarta, dan Semarang Punya Banyak Bangunan Kolonial Belanda?

Agustus 17, 2026
Load More
Next Post
Duel Guru dan Murid Warnai Final Piala Dunia 2026, Scaloni Siap Tantang De la Fuente demi Gelar Juara

Duel Guru dan Murid Warnai Final Piala Dunia 2026, Scaloni Siap Tantang De la Fuente demi Gelar Juara

BeritaPopuler

  • Kenapa Sultan Yogyakarta Tidak Melewati Plengkung Gading? Ternyata Ini Sejarah dan Makna di Baliknya

    Kenapa Sultan Yogyakarta Tidak Melewati Plengkung Gading? Ternyata Ini Sejarah dan Makna di Baliknya

    77 shares
    Share 0 Tweet 0
  • BCA Tebar Dividen Interim Rp 3,07 Triliun, Ini Jadwal Pembayarannya

    43 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Arsenal Hancurkan Man City 3-0, The Gunners Juara Community Shield 2026

    241 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Privacy Policy

Copyright ©2026 Pantura Update - All rights reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Jateng
  • Advertorial
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Kriminal
  • Loker
  • Opini
  • Viral

Copyright ©2026 Pantura Update - All rights reserved