• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Privacy Policy
Senin, Agustus 3, 2026
Pantura Update
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Jateng
  • Advertorial
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Kriminal
  • Loker
  • Opini
  • Viral
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Jateng
  • Advertorial
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Kriminal
  • Loker
  • Opini
  • Viral
No Result
View All Result
Pantura Update
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Jateng
  • Advertorial
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Kriminal
  • Loker
  • Opini
  • Viral
Home Jateng

Antisipasi Kebakaran di Musim Kemarau, Damkar Semarang Mulai Penyiraman Rutin di TPA Jatibarang

Redaksi Pantura Update by Redaksi Pantura Update
3 minggu ago
in Jateng, Viral
Antisipasi Kebakaran di Musim Kemarau, Damkar Semarang Mulai Penyiraman Rutin di TPA Jatibarang

Kondisi TPA Jatibarang, Kota Semarang, beberapa waktu lalu.

7
SHARES
54
VIEWS

PANTURAUPDATE.COM – Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Semarang mulai mengambil langkah antisipatif untuk mencegah kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatibarang selama musim kemarau. Salah satu upaya yang dilakukan adalah menjadwalkan penyiraman rutin pada sejumlah titik yang dinilai berpotensi mengalami peningkatan suhu dan memicu munculnya api.

Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk pencegahan agar peristiwa kebakaran besar yang pernah terjadi di TPA Jatibarang tidak kembali terulang. Damkar telah berkoordinasi dengan pengelola TPA serta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Semarang guna menentukan lokasi-lokasi yang menjadi prioritas penyiraman.

Kepala Bidang Operasional dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang, Tantri Pradono, mengatakan penyiraman akan dimulai sesuai jadwal yang telah disusun bersama pengelola TPA. Titik penyiraman dipilih berdasarkan rekomendasi dari pengelola yang dinilai paling memahami kondisi lapangan.

“Jadi dari kami tadi sudah koordinasi dengan pihak pengelola TPA dan dengan DLH. Kami jadwalkan mulai besok melakukan penyiraman di wilayah-wilayah TPA yang berpotensi menimbulkan panas,” kata Tantri, Selasa (14/7/2026).

Menurut dia, potensi munculnya titik panas di kawasan timbunan sampah perlu diantisipasi sejak dini, terutama ketika cuaca panas berlangsung dalam waktu lama. Karena itu, penyiraman difokuskan pada area yang memiliki risiko tinggi mengalami peningkatan temperatur.

BeritaTerkait

HUT ke-81 RI di Semarang Dimeriahkan Beragam Promo, Tarif BRT Diskon hingga Cek Kesehatan Gratis

ATR/BPN Terapkan Pengukuran Tanah Maksimal 12 Hari Mulai 17 Agustus 2026

6 Kabupaten di Jawa Tengah Siap Jadi Kawasan Industri Baru, Belasan Daerah Belum Penuhi Persyaratan

Tantri menjelaskan, pengelola TPA menjadi pihak yang paling mengetahui lokasi-lokasi rawan sehingga koordinasi dilakukan secara intensif agar upaya pendinginan berjalan efektif.

“Pengelola TPA yang mengetahui titik-titik mana yang perlu diantisipasi. Kami melakukan penyiraman untuk pendinginan agar tidak terjadi kebakaran,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, Damkar tidak hanya mengerahkan mobil pemadam kebakaran, tetapi juga memanfaatkan mobil tangki air milik pengelola TPA. Ketersediaan air dipastikan mencukupi karena kawasan TPA Jatibarang telah terhubung dengan jaringan PDAM yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber pasokan air selama proses penyiraman berlangsung.

Tantri menilai langkah preventif jauh lebih efektif dibandingkan melakukan pemadaman ketika api sudah membesar. Pengalaman kebakaran sebelumnya menunjukkan proses pemadaman di area timbunan sampah membutuhkan waktu yang panjang karena api dapat menyala di bagian dalam tumpukan sampah.

“Kalau TPA sudah terbakar, proses pemadamannya akan jauh lebih sulit dan biasanya berlangsung lama. Karena itu, pencegahan menjadi langkah yang paling penting,” katanya.

Selain penyiraman, Damkar juga memberikan sejumlah rekomendasi kepada pengelola TPA untuk memperkuat sistem mitigasi kebakaran. Di antaranya melakukan pemantauan titik panas secara berkala, memastikan seluruh peralatan pemadam dalam kondisi siap digunakan, serta meningkatkan patroli terutama pada siang hingga sore hari ketika suhu udara cenderung meningkat.

Pengelola juga diminta menata timbunan sampah secara lebih baik untuk mengurangi potensi akumulasi panas yang dapat memicu kebakaran. Aktivitas yang berisiko menimbulkan api turut menjadi perhatian, termasuk kebiasaan merokok di dalam kawasan TPA.

Damkar mengimbau masyarakat maupun warga yang beraktivitas di sekitar TPA Jatibarang, seperti penggembala ternak, untuk tidak merokok saat berada di area tersebut. Imbauan ini dinilai penting karena puntung rokok yang masih menyala dapat menjadi pemicu kebakaran, terutama ketika kondisi sampah dalam keadaan kering akibat musim kemarau.

Dengan berbagai langkah pencegahan yang telah disiapkan, Pemerintah Kota Semarang berharap risiko kebakaran di TPA Jatibarang dapat ditekan sehingga aktivitas pengelolaan sampah tetap berjalan normal tanpa mengganggu lingkungan maupun kesehatan masyarakat sekitar.

Tags: DamkarKebakaran TPA JatibarangKota SemarangTPA Jatibarang
Redaksi Pantura Update

Redaksi Pantura Update

BeritaTerkait

HUT ke-81 RI di Semarang Dimeriahkan Beragam Promo, Tarif BRT Diskon hingga Cek Kesehatan Gratis

HUT ke-81 RI di Semarang Dimeriahkan Beragam Promo, Tarif BRT Diskon hingga Cek Kesehatan Gratis

Agustus 1, 2026
ATR/BPN Terapkan Pengukuran Tanah Maksimal 12 Hari Mulai 17 Agustus 2026

ATR/BPN Terapkan Pengukuran Tanah Maksimal 12 Hari Mulai 17 Agustus 2026

Agustus 1, 2026
6 Kabupaten di Jawa Tengah Siap Jadi Kawasan Industri Baru, Belasan Daerah Belum Penuhi Persyaratan

6 Kabupaten di Jawa Tengah Siap Jadi Kawasan Industri Baru, Belasan Daerah Belum Penuhi Persyaratan

Agustus 1, 2026
Load More
Next Post
KPK Geledah Rumah Anggota BPK Bobby Adhityo Rizaldi dalam Pengusutan Kasus Suap di Kabupaten Muara Enim

KPK Geledah Rumah Anggota BPK Bobby Adhityo Rizaldi dalam Pengusutan Kasus Suap di Kabupaten Muara Enim

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BeritaPopuler

  • Muhammad Naoval Ardan bersama Dosen penguji setelah resmi menyandang gelar doktor setelah sukses mempertahankan disertasinya di Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang

    Dewan Ustadz Ponpes Al-Amanah Demak Raih Gelar Doktor, Angkat Pemikiran Sosrokartono untuk Pendidikan Karakter

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kritik DPR soal ASN “Absen, Ngopi, Pulang” Tuai Sorotan, Warganet Ramai Minta Legislator Introspeksi

    6 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apa Itu Leverage dalam Trading Forex dan Cara Menggunakannya dengan Bijak

    13 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengapa CSMS Menjadi Faktor Penentu Lolos Seleksi Vendor dan Kontraktor

    36 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Turunkan Stunting dan Perkuat Pencegahan Narkoba, Unwahas Terjunkan 671 Mahasiswa KKN di Kendal

    42 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kejagung Tanggapi Dissenting Opinion Hakim di Kasus Nadiem: Empat Hakim Tetap Nyatakan Bersalah

    21 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Privacy Policy

Copyright ©2026 Pantura Update - All rights reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Jateng
  • Advertorial
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Kriminal
  • Loker
  • Opini
  • Viral

Copyright ©2026 Pantura Update - All rights reserved