PANTURAUPDATE.COM – Timnas Prancis harus mengakhiri perjalanan mereka di Piala Dunia 2026 tanpa membawa pulang medali setelah kalah 4-6 dari Inggris pada laga perebutan peringkat ketiga yang berlangsung di Miami Stadium, Minggu (19/7/2026) WIB.
Meski gagal membawa Les Bleus meraih kemenangan, penyerang Kylian Mbappe tetap mencatatkan prestasi individu yang mengukir sejarah. Bintang Real Madrid itu mencetak dua gol dalam pertandingan tersebut sekaligus melampaui rekor produktivitas Lionel Messi di ajang Piala Dunia.
Laga yang berlangsung terbuka sejak menit awal menghadirkan total 10 gol dan menjadi salah satu pertandingan paling atraktif sepanjang turnamen. Inggris tampil lebih efektif dalam memanfaatkan peluang sehingga berhasil mengamankan kemenangan dengan skor 6-4.
Di tengah kekalahan tersebut, Mbappe kembali menunjukkan ketajamannya di depan gawang lawan. Dua gol yang dicetaknya membuat koleksi gol sang penyerang di putaran final Piala Dunia mencapai 22 gol hanya dalam 22 pertandingan.
Catatan itu menjadikan Mbappe sebagai pemain dengan jumlah gol terbanyak dalam sejarah Piala Dunia, melewati torehan Lionel Messi. Namun, rekor tersebut masih berpeluang berubah apabila Messi kembali menambah gol saat membela Argentina pada partai final melawan Spanyol.
Selain memecahkan rekor gol, Mbappe juga menutup Piala Dunia 2026 dengan koleksi 10 gol. Torehan tersebut menempatkannya sebagai kandidat terkuat peraih Sepatu Emas turnamen.
Apabila tidak ada pemain lain yang mampu menyamai atau melewati jumlah golnya hingga partai final usai, Mbappe akan menjadi pemain pertama yang berhasil memenangkan Sepatu Emas Piala Dunia sebanyak dua kali. Sebelumnya, ia juga meraih penghargaan yang sama pada edisi 2022 setelah mencetak delapan gol.
Meski berhasil menciptakan sejarah secara individu, Mbappe mengaku sulit merasakan kebahagiaan karena hasil akhir yang diraih timnya jauh dari harapan.
Menurutnya, kekalahan dari Inggris menjadi penutup yang mengecewakan bagi perjalanan Prancis di turnamen kali ini, terlebih laga tersebut merupakan pertandingan terakhir Didier Deschamps sebagai pelatih tim nasional.
“Ada dua babak yang sangat berbeda. Pada babak pertama, saya bisa mengerti mengapa beberapa orang berpikir kami mempermalukan diri sendiri dan tidak menjunjung tinggi nama baik timnas Prancis,” ujar Mbappe usai pertandingan.
Kapten Prancis itu menilai performa tim mengalami perubahan signifikan setelah jeda pertandingan. Ia merasa rekan-rekannya mampu menunjukkan kualitas sebenarnya pada babak kedua meski akhirnya gagal membalikkan keadaan.
“Di babak kedua, kami kembali menjadi pemain top. Namun, pada akhirnya kami tidak menang, dan itu sangat disayangkan untuk pelatih. Kami ingin melakukan sesuatu untuknya,” katanya.
Mbappe juga menegaskan bahwa kekalahan pada perebutan tempat ketiga tidak akan menghapus kontribusi besar Didier Deschamps selama menangani Timnas Prancis.
“Pertandingan ini tidak akan menodai warisan Didier Deschamps,” tambahnya.
Deschamps sendiri mengakhiri masa kepemimpinannya setelah membawa Prancis meraih berbagai prestasi dalam lebih dari satu dekade terakhir, termasuk gelar juara Piala Dunia 2018 dan sejumlah pencapaian di turnamen besar lainnya.
Sementara bagi Mbappe, rekor individu yang berhasil diraihnya menjadi bukti konsistensi sebagai salah satu penyerang paling tajam di dunia. Namun, bagi sang pemain, pencapaian pribadi belum mampu menggantikan kekecewaan karena gagal membawa Prancis menutup Piala Dunia 2026 dengan kemenangan dan mengakhiri era Deschamps dengan hasil yang lebih manis.





