• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Privacy Policy
Senin, Agustus 3, 2026
Pantura Update
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Jateng
  • Advertorial
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Kriminal
  • Loker
  • Opini
  • Viral
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Jateng
  • Advertorial
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Kriminal
  • Loker
  • Opini
  • Viral
No Result
View All Result
Pantura Update
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Jateng
  • Advertorial
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Kriminal
  • Loker
  • Opini
  • Viral
Home Olahraga

Piala Dunia 2026: Gol Jude Bellingham ke Gawang Norwegia Kembali Diperdebatkan, Rekonstruksi 3D Jadi Sorotan

Redaksi Pantura Update by Redaksi Pantura Update
3 minggu ago
in Olahraga
Piala Dunia 2026: Gol Jude Bellingham ke Gawang Norwegia Kembali Diperdebatkan, Rekonstruksi 3D Jadi Sorotan
42
SHARES
140
VIEWS

PANTURAUPDATE.COM – Kontroversi gol pertama Jude Bellingham saat membawa Timnas Inggris menyingkirkan Norwegia di perempat final Piala Dunia 2026 kembali menjadi perhatian publik. Perdebatan mencuat setelah tayangan rekonstruksi tiga dimensi (3D) memperlihatkan dugaan bahwa bola sempat menyentuh kabel spidercam sebelum proses gol terjadi.

Inggris memastikan langkah ke semifinal usai mengalahkan Norwegia dengan skor 2-1 melalui babak perpanjangan waktu di Miami Stadium, Minggu (12/7/2026) pagi WIB. Hasil tersebut mengantarkan The Three Lions menghadapi Argentina pada babak empat besar.

Dalam laga tersebut, Norwegia lebih dulu membuka keunggulan melalui Andreas Schjelderup pada menit ke-36. Inggris kemudian menyamakan kedudukan lewat Jude Bellingham pada masa injury time babak pertama sebelum gelandang Real Madrid itu kembali mencetak gol pada awal babak tambahan untuk memastikan kemenangan timnya.

Namun, gol penyeimbang Bellingham kembali menjadi bahan diskusi di kalangan pengamat sepak bola dan warganet.

Perdebatan bermula dari dugaan bahwa bola hasil tendangan gawang kiper Norwegia, Orjan Haskjold Nyland, sempat mengenai kabel spidercam yang membentang di atas lapangan. Rekonstruksi visual 3D yang ditayangkan BBC Sport memperlihatkan lintasan bola diduga berubah sebelum akhirnya jatuh ke area permainan.

BeritaTerkait

Timnas Garuda Bungkam Timor Leste 3-0, Sapu Bersih Dua Laga Awal Piala AFF 2026

Daftar 23 Pemain Timnas Indonesia yang Dibawa John Herdman ke Thailand untuk Hadapi Timor Leste di ASEAN Championship 2026

Spanyol Akhiri Penantian 16 Tahun, Taklukkan Argentina dan Rebut Gelar Juara Piala Dunia 2026

Jika dugaan tersebut benar, berdasarkan Laws of the Game, pertandingan seharusnya dihentikan sementara dan dilanjutkan dengan dropped ball. Artinya, rangkaian serangan Inggris yang berujung pada gol Bellingham tidak semestinya berlanjut.

Pelatih Norwegia, Stale Solbakken, mengaku mendengar reaksi dari bangku cadangan saat insiden itu berlangsung. Meski demikian, ia enggan menyimpulkan bahwa telah terjadi pelanggaran karena mempercayai teknologi yang digunakan FIFA.

“Banyak orang di bangku cadangan langsung bereaksi, tetapi saya bukan salah satunya. FIFA memiliki teknologi sensor pada bola, sehingga saya tidak bisa membantah data yang mereka miliki,” ujar Solbakken.

Ia menambahkan bahwa dari beberapa tayangan ulang, bola memang terlihat jatuh secara tidak biasa sehingga memunculkan tanda tanya.

Di sisi lain, FIFA tetap mempertahankan keputusan wasit yang mengesahkan gol tersebut. Badan sepak bola dunia itu menjelaskan bahwa teknologi Connected Ball tidak mendeteksi adanya benturan pada bola selama berada di udara.

Dalam pernyataan resminya, FIFA menyebut sensor yang tertanam pada bola tidak menunjukkan lonjakan sinyal yang mengindikasikan kontak dengan kabel spidercam. Karena itu, tidak ditemukan bukti yang dapat membatalkan proses gol Inggris.

Perdebatan semakin meluas setelah video rekonstruksi 3D beredar di berbagai platform media sosial dan ditonton jutaan kali. Banyak penggemar sepak bola mempertanyakan akurasi keputusan wasit berdasarkan tayangan visual tersebut.

Pakar VAR BBC Sport, Dale Johnson, menilai rekonstruksi tiga dimensi tidak dapat dijadikan bukti utama. Menurutnya, visualisasi komputer hanya berfungsi sebagai simulasi dan tidak selalu menggambarkan kondisi sebenarnya di lapangan.

Johnson menjelaskan bahwa stadion telah dilengkapi 16 antena penerima sinyal yang terhubung dengan sistem Connected Ball milik FIFA. Seluruh pergerakan bola terekam secara real time dan tidak menunjukkan adanya indikasi benturan dengan kabel.

Ia juga mengingatkan bahwa teknologi rekonstruksi visual pernah menghasilkan persepsi yang keliru pada pertandingan lain di Piala Dunia 2026. Karena itu, data resmi dari Connected Ball dinilai lebih akurat dibandingkan simulasi grafis.

Hingga kini, FIFA tetap berpegang pada hasil analisis teknologi yang dimiliki. Meski tayangan ulang 3D terus memicu perdebatan di media sosial, seluruh data resmi mendukung keputusan wasit untuk mengesahkan gol Jude Bellingham yang membawa Inggris melaju ke semifinal Piala Dunia 2026.

Tags: Inggris VS NorwegisJude BellinghamKontroversi gol BellinghamPiala Dunia 2026
Redaksi Pantura Update

Redaksi Pantura Update

BeritaTerkait

Timnas Garuda Bungkam Timor Leste 3-0, Sapu Bersih Dua Laga Awal Piala AFF 2026

Timnas Garuda Bungkam Timor Leste 3-0, Sapu Bersih Dua Laga Awal Piala AFF 2026

Agustus 1, 2026
Daftar 23 Pemain Timnas Indonesia yang Dibawa John Herdman ke Thailand untuk Hadapi Timor Leste di ASEAN Championship 2026

Daftar 23 Pemain Timnas Indonesia yang Dibawa John Herdman ke Thailand untuk Hadapi Timor Leste di ASEAN Championship 2026

Juli 30, 2026
Spanyol Akhiri Penantian 16 Tahun, Taklukkan Argentina dan Rebut Gelar Juara Piala Dunia 2026

Spanyol Akhiri Penantian 16 Tahun, Taklukkan Argentina dan Rebut Gelar Juara Piala Dunia 2026

Juli 21, 2026
Load More
Next Post
Jelang Semifinal Piala Dunia 2026, Rekor Pertemuan Lamine Yamal Masih Unggul atas Kylian Mbappe

Jelang Semifinal Piala Dunia 2026, Rekor Pertemuan Lamine Yamal Masih Unggul atas Kylian Mbappe

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BeritaPopuler

  • Muhammad Naoval Ardan bersama Dosen penguji setelah resmi menyandang gelar doktor setelah sukses mempertahankan disertasinya di Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang

    Dewan Ustadz Ponpes Al-Amanah Demak Raih Gelar Doktor, Angkat Pemikiran Sosrokartono untuk Pendidikan Karakter

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kritik DPR soal ASN “Absen, Ngopi, Pulang” Tuai Sorotan, Warganet Ramai Minta Legislator Introspeksi

    6 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apa Itu Leverage dalam Trading Forex dan Cara Menggunakannya dengan Bijak

    13 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengapa CSMS Menjadi Faktor Penentu Lolos Seleksi Vendor dan Kontraktor

    36 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Turunkan Stunting dan Perkuat Pencegahan Narkoba, Unwahas Terjunkan 671 Mahasiswa KKN di Kendal

    42 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kejagung Tanggapi Dissenting Opinion Hakim di Kasus Nadiem: Empat Hakim Tetap Nyatakan Bersalah

    21 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Privacy Policy

Copyright ©2026 Pantura Update - All rights reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Jateng
  • Advertorial
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Kriminal
  • Loker
  • Opini
  • Viral

Copyright ©2026 Pantura Update - All rights reserved