• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Privacy Policy
Jumat, September 18, 2026
Pantura Update
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Jateng
  • Advertorial
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Kriminal
  • Loker
  • Opini
  • Viral
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Jateng
  • Advertorial
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Kriminal
  • Loker
  • Opini
  • Viral
No Result
View All Result
Pantura Update
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Jateng
  • Advertorial
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Kriminal
  • Loker
  • Opini
  • Viral
Home Ekonomi

Serunya Canyoning di Curug Bendang Luhur Pekalongan, Wisatawan Diajak Turun Air Terjun dengan Tali

Redaksi Pantura Update by Redaksi Pantura Update
2 bulan ago
in Ekonomi, Jateng
Serunya Canyoning di Curug Bendang Luhur Pekalongan, Wisatawan Diajak Turun Air Terjun dengan Tali

Pengunjung saat mencoba menuruni tebing wisata blanten canyoning dengan tali di tengah derasnya aliran air terjun yang ada di Desa Kutorojo, Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan,

13
SHARES
46
VIEWS

PANTURAUPDATE.COM – Kabupaten Pekalongan kembali menghadirkan destinasi wisata alam yang menawarkan pengalaman berbeda bagi pencinta petualangan. Di balik lebatnya hutan Desa Kutorojo, Kecamatan Kajen, berdiri Curug Bendang Luhur, sebuah air terjun yang kini dikenal sebagai lokasi canyoning atau aktivitas menuruni tebing menggunakan tali di tengah derasnya aliran air.

Wisata berbasis petualangan tersebut digagas oleh sekelompok pemuda setempat yang tergabung dalam Tim Kumbang Alang-Alang. Berbekal pengalaman berkegiatan di alam bebas, mereka mengembangkan potensi Curug Bendang Luhur menjadi destinasi ekstrem yang tetap mengutamakan aspek keselamatan.

Kini, kawasan yang sebelumnya hanya dikenal masyarakat sekitar itu mulai menarik perhatian wisatawan dari berbagai daerah yang ingin merasakan sensasi menuruni air terjun dengan perlengkapan khusus dan didampingi instruktur berpengalaman.

Suasana petualangan sudah terasa sejak peserta memulai perjalanan menuju lokasi. Jalur trekking menyusuri kawasan hutan menghadirkan udara pegunungan yang sejuk, suara gemericik sungai, serta rindangnya pepohonan yang masih alami. Perjalanan tersebut menjadi bagian dari pengalaman sebelum memasuki tantangan utama.

Sesampainya di Curug Bendang Luhur, peserta terlebih dahulu mengikuti pengarahan mengenai teknik canyoning dan penggunaan perlengkapan keselamatan. Instruktur memastikan seluruh peserta memahami prosedur sebelum aktivitas dimulai.

BeritaTerkait

BCA Tebar Dividen Interim Rp 3,07 Triliun, Ini Jadwal Pembayarannya

Tabebuya Bermekaran di Semarang, Jalan Madukoro Disulap Jadi Spot ‘Nge-Jepang’

Perbedaan Pura Mangkunegaran dan Keraton Solo, Mengapa Ada Dua Istana di Surakarta?

Karabiner, tali pengaman, helm, dan body harness dipasang secara teliti. Setelah semua dinyatakan siap, peserta bergantian berdiri di bibir tebing sebelum perlahan menuruni dinding batu mengikuti derasnya aliran air terjun.

Pengelola Blanten Canyoning, Riki Pujianto, mengatakan ide menghadirkan wisata tersebut berawal dari aktivitas komunitasnya yang sering menjelajahi kawasan hutan di Desa Kutorojo.

Menurutnya, bentang alam Curug Bendang Luhur memiliki karakter yang sangat cocok untuk olahraga canyoning. Melihat potensi tersebut, komunitasnya kemudian berinisiatif memperkenalkannya kepada masyarakat sebagai destinasi wisata baru yang menggabungkan olahraga, edukasi, dan pelestarian alam.

“Awalnya kami hanya mencoba karena melihat potensi alam di desa ini sangat luar biasa. Beberapa teman memang memiliki pengalaman di bidang canyoning, sehingga muncul keinginan mengenalkan aktivitas ini kepada masyarakat luas,” kata Riki, Senin (6/7/2026).

Perjalanan mengembangkan destinasi tersebut dimulai dari kegiatan komunitas yang kemudian didokumentasikan melalui media sosial. Respons positif dari warganet membuat semakin banyak orang tertarik mencoba sensasi canyoning di Curug Bendang Luhur.

Sejak awal 2026, pengelola mulai membuka program open trip yang rutin diselenggarakan setiap akhir pekan maupun hari libur nasional. Antusiasme peserta terus meningkat seiring semakin dikenalnya destinasi tersebut di kalangan pencinta wisata alam dan olahraga ekstrem.

Untuk mengikuti kegiatan canyoning, pengunjung dikenakan biaya sebesar Rp185 ribu per orang. Tarif tersebut sudah termasuk perlengkapan keselamatan lengkap, makan siang, serta pendampingan instruktur yang telah memiliki pengalaman dalam kegiatan vertikal.

Riki menegaskan bahwa keselamatan menjadi prioritas utama dalam setiap perjalanan. Seluruh peralatan diperiksa sebelum digunakan dan setiap peserta wajib mengikuti briefing sebelum memasuki area air terjun.

“Kami tidak pernah mengabaikan aspek keamanan. Semua peserta harus mengikuti arahan instruktur dan menggunakan perlengkapan sesuai standar selama kegiatan berlangsung,” ujarnya.

Selain menawarkan tantangan adrenalin, kawasan Curug Bendang Luhur juga menyuguhkan panorama alam yang memikat. Dari beberapa titik di jalur menuju lokasi, pengunjung dapat menikmati hamparan perbukitan hijau yang membentang luas. Saat cuaca cerah, pemandangan kawasan Kajen dan wilayah sekitarnya terlihat jelas dari ketinggian.

Salah seorang peserta, Olga, mengaku sempat merasa gugup sebelum mencoba canyoning. Namun rasa khawatir itu perlahan hilang setelah mendapatkan arahan dari instruktur dan merasakan langsung pengalaman menuruni air terjun.

“Awalnya deg-degan karena baru pertama kali mencoba. Setelah dijalani ternyata sangat seru dan tim pendamping juga membuat kami merasa aman sepanjang kegiatan,” katanya.

Hadirnya Blanten Canyoning menjadi bukti bahwa potensi wisata desa dapat berkembang melalui kreativitas masyarakat setempat. Berkat inisiatif para pemuda Desa Kutorojo, Curug Bendang Luhur kini tidak hanya dikenal sebagai air terjun alami, tetapi juga menjadi ikon wisata petualangan baru di Kabupaten Pekalongan yang menawarkan pengalaman berbeda bagi para pencinta alam dan aktivitas luar ruang.

Tags: Blanten CanyoningCurug Bendang LuhurJawa TengahPekalonganWisata
Redaksi Pantura Update

Redaksi Pantura Update

BeritaTerkait

BCA Tebar Dividen Interim Rp 3,07 Triliun, Ini Jadwal Pembayarannya

BCA Tebar Dividen Interim Rp 3,07 Triliun, Ini Jadwal Pembayarannya

Agustus 19, 2026
Tabebuya Bermekaran di Semarang, Jalan Madukoro Disulap Jadi Spot 'Nge-Jepang'

Tabebuya Bermekaran di Semarang, Jalan Madukoro Disulap Jadi Spot ‘Nge-Jepang’

Agustus 17, 2026
Perbedaan Pura Mangkunegaran dan Keraton Solo, Mengapa Ada Dua Istana di Surakarta?

Perbedaan Pura Mangkunegaran dan Keraton Solo, Mengapa Ada Dua Istana di Surakarta?

Agustus 17, 2026
Load More
Next Post
Jose Mourinho Tentukan Enam Pilar Utama Real Madrid, Rekrutan Anyar Langsung Masuk Starter

Jose Mourinho Tentukan Enam Pilar Utama Real Madrid, Rekrutan Anyar Langsung Masuk Starter

BeritaPopuler

  • Kenapa Sultan Yogyakarta Tidak Melewati Plengkung Gading? Ternyata Ini Sejarah dan Makna di Baliknya

    Kenapa Sultan Yogyakarta Tidak Melewati Plengkung Gading? Ternyata Ini Sejarah dan Makna di Baliknya

    77 shares
    Share 0 Tweet 0
  • BCA Tebar Dividen Interim Rp 3,07 Triliun, Ini Jadwal Pembayarannya

    43 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Arsenal Hancurkan Man City 3-0, The Gunners Juara Community Shield 2026

    241 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Privacy Policy

Copyright ©2026 Pantura Update - All rights reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Jateng
  • Advertorial
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Kriminal
  • Loker
  • Opini
  • Viral

Copyright ©2026 Pantura Update - All rights reserved