PANTURAUPDATE.COM – Prestasi membanggakan kembali diraih kalangan akademisi pesantren. Dewan Ustadz Pondok Pesantren Al-Amanah Weding, Kecamatan Bonang, Kabupaten Demak, Dr. Muhammad Naoval Ardan resmi menyandang gelar doktor setelah sukses mempertahankan disertasinya di Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang, Selasa (30/6/2026).
Dalam sidang promosi doktor tersebut, Muhammad Naoval Ardan mengangkat disertasi berjudul “Pendidikan Karakter Berbasis Spiritualitas: Studi Pemikiran RMP Sosrokartono”. Penelitian itu mengulas relevansi gagasan tokoh intelektual sekaligus budayawan Indonesia, Raden Mas Panji Sosrokartono, dalam menjawab tantangan pendidikan karakter di era modern.
Sidang promosi doktor dipimpin langsung oleh Rektor UIN Walisongo Semarang, Prof. Dr. H. Musahadi, M.Ag., bersama tim promotor dan dewan penguji. Suasana akademik berlangsung khidmat dengan dihadiri sejumlah tokoh, di antaranya Pengasuh Pondok Pesantren Al-Amanah KH Ahmad Anas, KH Abdullah Haidar atau Gus Abdar, jajaran Kantor Urusan Agama (KUA), keluarga besar KH Hamdan Rofii Al-Hafidz, serta para kerabat dan tamu undangan.
Dalam sambutannya, Rektor UIN Walisongo memberikan apresiasi atas capaian akademik yang diraih Muhammad Naoval Ardan. Ia berharap gelar doktor tersebut menjadi awal kontribusi yang lebih besar bagi dunia pendidikan, khususnya dalam pengembangan pendidikan Islam berbasis karakter.
Musahadi juga mengingatkan agar capaian akademik tersebut diiringi dengan semangat melanjutkan perjuangan para ulama terdahulu, termasuk KH Hamdan Rofii Al-Hafidz yang dikenal memiliki dedikasi tinggi dalam dakwah dan pendidikan.
“Mbah sampean dulu orang hebat dan alim sekali,” ujar Musahadi saat memberikan pesan kepada doktor baru tersebut.
Sementara itu, dalam pemaparannya, Dr. Muhammad Naoval Ardan menilai dunia pendidikan saat ini menghadapi tantangan serius berupa menurunnya kualitas karakter peserta didik. Fenomena tersebut, menurutnya, terlihat dari melemahnya sikap disiplin, tanggung jawab, kejujuran, hingga integritas di berbagai lingkungan pendidikan.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan tidak semata diukur dari prestasi akademik, melainkan dari kemampuan melahirkan manusia yang memiliki akhlak, integritas, serta kepedulian terhadap sesama.
“Pendidikan ideal harus melahirkan manusia yang berkarakter kuat, berintegritas, dan tidak materialistis. Komersialisasi pendidikan jangan sampai menjadikannya sekadar komoditas,” tegasnya.
Melalui disertasinya, Naoval menawarkan pemikiran RMP Sosrokartono sebagai salah satu landasan dalam memperkuat pendidikan karakter di Indonesia. Menurutnya, nilai-nilai spiritualitas yang diwariskan Sosrokartono tetap relevan diterapkan di tengah perubahan sosial dan perkembangan teknologi yang semakin pesat.
Ia menjelaskan bahwa konsep pendidikan berbasis spiritualitas mampu membentuk manusia yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kedewasaan emosional, etika, serta tanggung jawab sosial. Pendekatan tersebut dinilai dapat menjadi penyeimbang di tengah derasnya arus materialisme yang kerap memengaruhi dunia pendidikan.
Selain itu, nilai-nilai kearifan lokal yang diwariskan Sosrokartono diyakini mampu memperkuat identitas bangsa sekaligus membangun karakter generasi muda agar tetap berakar pada budaya dan nilai luhur Indonesia.
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan kebijakan pendidikan nasional, terutama dalam memperkuat pendidikan karakter yang lebih humanis, religius, dan berorientasi pada pembentukan kepribadian peserta didik secara utuh.
Keberhasilan Dr. Muhammad Naoval Ardan meraih gelar doktor juga menjadi kebanggaan bagi keluarga besar Pondok Pesantren Al-Amanah Weding. Capaian tersebut diharapkan menjadi inspirasi bagi kalangan pesantren untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, memperkuat tradisi keilmuan, sekaligus menghadirkan gagasan-gagasan baru yang mampu menjawab tantangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman dan kebangsaan.





