• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Privacy Policy
Sabtu, Agustus 1, 2026
Pantura Update
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Jateng
  • Advertorial
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Kriminal
  • Loker
  • Opini
  • Viral
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Jateng
  • Advertorial
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Kriminal
  • Loker
  • Opini
  • Viral
No Result
View All Result
Pantura Update
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Jateng
  • Advertorial
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Kriminal
  • Loker
  • Opini
  • Viral
Home Nasional

Hasil Survei SMRC: Elektabilitas Dedi Mulyadi Lampaui Prabowo, Warga Jawa Barat Beri Beragam Tanggapan

Redaksi Pantura Update by Redaksi Pantura Update
13 jam ago
in Nasional
Hasil Survei SMRC: Elektabilitas Dedi Mulyadi Lampaui Prabowo, Warga Jawa Barat Beri Beragam Tanggapan

Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi

6
SHARES
88
VIEWS

PANTURAUPDATE.COM – Hasil survei terbaru yang dirilis Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menunjukkan perubahan signifikan dalam peta elektabilitas tokoh nasional. Dalam simulasi semi terbuka yang dilakukan sepanjang November 2025 hingga Juli 2026, elektabilitas Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi tercatat melampaui Presiden RI Prabowo Subianto.

Berdasarkan hasil survei tersebut, tingkat keterpilihan Prabowo mengalami penurunan dari 34,9 persen pada November 2025 menjadi 14,5 persen pada Juli 2026. Di sisi lain, elektabilitas Dedi Mulyadi justru mengalami lonjakan cukup tajam, dari 19,7 persen menjadi 35 persen pada periode yang sama.

Temuan itu pun memicu beragam respons dari masyarakat, khususnya di Jawa Barat yang kini dipimpin Dedi Mulyadi.

Salah seorang warga Rancasari, Kota Bandung, Irsan Septia (32), menilai hasil survei perlu dicermati secara menyeluruh. Menurutnya, masyarakat sebaiknya tidak hanya melihat angka elektabilitas, tetapi juga memahami indikator serta metode yang digunakan dalam pelaksanaan survei.

“Kalau hanya sebatas wacana atau tergantung lokasi surveinya, bisa saja popularitas Kang Dedi Mulyadi memang sedang lebih tinggi saat ini,” kata Irsan, dikutip dari TribunJabar.id, Jumat (31/7/2026).

BeritaTerkait

ATR/BPN Terapkan Pengukuran Tanah Maksimal 12 Hari Mulai 17 Agustus 2026

Menag Sebut Kepemimpinan Prabowo Berada di Jalur Tepat, Ajak Masyarakat Bersyukur di Tengah Tantangan Global

Timnas Garuda Bungkam Timor Leste 3-0, Sapu Bersih Dua Laga Awal Piala AFF 2026

Ia menilai tingginya perhatian publik terhadap Dedi Mulyadi tidak terlepas dari aktivitasnya di media sosial yang dinilai dekat dengan masyarakat. Berbagai isu yang sedang ramai diperbincangkan kerap mendapat respons langsung dari Dedi melalui berbagai platform digital.

Menurut Irsan, pendekatan tersebut membuat sosok Dedi lebih mudah diterima masyarakat, terutama kalangan pengguna media sosial. Apalagi, sejumlah konten yang diunggah kerap menghadirkan kisah-kisah yang menyentuh sisi emosional penonton.

“Ditambah penyajian kontennya yang cukup dramatis sehingga penonton bisa merasa terharu, kagum, bahkan ikut larut dalam cerita yang disampaikan,” ujarnya.

Selain faktor popularitas Dedi Mulyadi, Irsan juga menilai sejumlah kebijakan pemerintah pusat menjadi salah satu penyebab turunnya elektabilitas Prabowo dalam survei tersebut.

Ia menyoroti komunikasi publik pemerintah yang dinilainya belum mampu menjawab berbagai persoalan yang berkembang di masyarakat. Menurutnya, sejumlah pernyataan Presiden Prabowo dalam beberapa kesempatan juga kerap menuai kritik.

“Sebagian masyarakat merasa ada kebijakan yang belum sepenuhnya berpihak kepada rakyat. Itu bisa memengaruhi persepsi publik,” ucapnya.

Meski demikian, Irsan mengingatkan bahwa hasil survei bukanlah satu-satunya tolok ukur untuk memprediksi kontestasi politik nasional di masa mendatang.

Menurutnya, Prabowo masih memiliki basis dukungan yang luas di berbagai daerah sehingga dinamika politik masih sangat mungkin berubah.

“Untuk menjadi pemimpin nasional tentu tidak cukup hanya mengandalkan popularitas di media sosial. Masih ada banyak faktor lain yang menentukan. Kita lihat saja bagaimana perkembangan ke depan,” katanya.

Pandangan serupa disampaikan Bagus (32), warga Sukaluyu, yang menilai meningkatnya elektabilitas Dedi Mulyadi merupakan hal yang wajar mengingat popularitas dan aktivitasnya belakangan ini semakin dikenal masyarakat.

Bagus mengatakan mayoritas warga Jawa Barat mengetahui berbagai program dan gaya kepemimpinan Dedi selama menjabat sebagai gubernur, meski tetap ada sebagian masyarakat yang memiliki pandangan berbeda terhadap kebijakan-kebijakannya.

“Saya sudah membaca hasil surveinya. Menurut saya wajar kalau elektabilitas Kang Dedi meningkat karena masyarakat banyak yang mengetahui kinerjanya,” ujar Bagus.

Hasil survei SMRC tersebut kembali menunjukkan bahwa dinamika elektabilitas tokoh nasional dapat berubah dalam waktu relatif singkat. Meski demikian, perkembangan politik menuju kontestasi mendatang masih akan dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari kinerja pemerintahan, komunikasi politik, hingga persepsi publik yang terus berkembang.

Tags: DEDI MULYADIJAWA BARATKDMSMRCSURVEY CAPRES
Redaksi Pantura Update

Redaksi Pantura Update

BeritaTerkait

ATR/BPN Terapkan Pengukuran Tanah Maksimal 12 Hari Mulai 17 Agustus 2026

ATR/BPN Terapkan Pengukuran Tanah Maksimal 12 Hari Mulai 17 Agustus 2026

Agustus 1, 2026
Menag Sebut Kepemimpinan Prabowo Berada di Jalur Tepat, Ajak Masyarakat Bersyukur di Tengah Tantangan Global

Menag Sebut Kepemimpinan Prabowo Berada di Jalur Tepat, Ajak Masyarakat Bersyukur di Tengah Tantangan Global

Agustus 1, 2026
Timnas Garuda Bungkam Timor Leste 3-0, Sapu Bersih Dua Laga Awal Piala AFF 2026

Timnas Garuda Bungkam Timor Leste 3-0, Sapu Bersih Dua Laga Awal Piala AFF 2026

Agustus 1, 2026
Load More
Next Post
6 Kabupaten di Jawa Tengah Siap Jadi Kawasan Industri Baru, Belasan Daerah Belum Penuhi Persyaratan

6 Kabupaten di Jawa Tengah Siap Jadi Kawasan Industri Baru, Belasan Daerah Belum Penuhi Persyaratan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BeritaPopuler

  • Muhammad Naoval Ardan bersama Dosen penguji setelah resmi menyandang gelar doktor setelah sukses mempertahankan disertasinya di Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang

    Dewan Ustadz Ponpes Al-Amanah Demak Raih Gelar Doktor, Angkat Pemikiran Sosrokartono untuk Pendidikan Karakter

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kritik DPR soal ASN “Absen, Ngopi, Pulang” Tuai Sorotan, Warganet Ramai Minta Legislator Introspeksi

    6 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apa Itu Leverage dalam Trading Forex dan Cara Menggunakannya dengan Bijak

    13 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengapa CSMS Menjadi Faktor Penentu Lolos Seleksi Vendor dan Kontraktor

    36 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kejagung Tanggapi Dissenting Opinion Hakim di Kasus Nadiem: Empat Hakim Tetap Nyatakan Bersalah

    21 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Lionel Messi Cetak Rekor Baru di Piala Dunia Usai Bobol Gawang Cape Verde

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Privacy Policy

Copyright ©2026 Pantura Update - All rights reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Jateng
  • Advertorial
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Kriminal
  • Loker
  • Opini
  • Viral

Copyright ©2026 Pantura Update - All rights reserved