PANTURAUPDATE.COM – Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto, memberikan tanggapan singkat terkait munculnya wacana yang menyebut Jawa Tengah akan menjadi “kandang gajah” seiring agenda safari politik Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) bersama Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Menurut Hasto, partainya tidak ingin larut dalam polemik maupun spekulasi politik. Ia menegaskan PDIP saat ini lebih memprioritaskan kerja-kerja politik yang berorientasi pada kepentingan masyarakat.
“Kita ngurus rakyat saja ya,” ujar Hasto saat ditemui awak media di kawasan Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (18/7/2026).
Pernyataan tersebut menjadi respons atas berkembangnya narasi mengenai upaya menjadikan Jawa Tengah sebagai “kandang gajah”. Istilah itu belakangan ramai diperbincangkan setelah PSI mengadopsi gajah sebagai logo partai, sementara Jawa Tengah selama ini dikenal sebagai “kandang banteng”, sebutan yang identik dengan basis dukungan kuat PDIP.
Hingga kini, Hasto tidak memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai isu tersebut. Ia memilih mengakhiri tanggapannya dengan menegaskan bahwa perhatian utama partainya tetap tertuju pada persoalan masyarakat dibandingkan dinamika politik yang berkembang.
Sebelumnya, respons senada juga disampaikan Ketua DPP PDIP, Said Abdullah. Saat dimintai tanggapan mengenai isu Jawa Tengah akan menjadi “kandang gajah”, Said justru mempertanyakan sumber informasi yang beredar.
“Siapa yang bikin hoaks?” kata Said singkat ketika menjawab pertanyaan wartawan.
Pernyataan para petinggi PDIP tersebut muncul di tengah dimulainya agenda safari politik yang dijalani Jokowi bersama PSI di sejumlah daerah. Kegiatan itu menjadi perhatian publik karena dilakukan setelah Jokowi tidak lagi menjabat sebagai presiden, sekaligus memunculkan berbagai spekulasi mengenai arah dukungan politik menjelang kontestasi politik berikutnya.
Lampung menjadi daerah pertama yang dikunjungi dalam rangkaian safari tersebut. Dalam kunjungan itu, Jokowi menerima gelar adat kehormatan “Baginda Pemuka Bangsa” yang diberikan oleh lima kerajaan adat di Provinsi Lampung.
Pemberian gelar adat tersebut menjadi salah satu agenda utama selama kunjungan Jokowi di daerah tersebut. Selain menghadiri prosesi adat, mantan kepala negara itu juga bertemu dengan berbagai elemen masyarakat dalam sejumlah kegiatan yang telah dijadwalkan.
Setelah Lampung, agenda safari politik bersama PSI dijadwalkan berlanjut ke Jawa Tengah pada pertengahan Juli 2026. Provinsi tersebut menjadi sorotan karena selama bertahun-tahun dikenal sebagai salah satu basis elektoral terkuat PDIP di berbagai pemilihan umum.
Tak hanya Jawa Tengah, rangkaian safari juga akan diteruskan ke Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada akhir Juli 2026. Kota Kupang disebut menjadi lokasi pertama yang akan dikunjungi dalam agenda tersebut sebelum melanjutkan kegiatan di wilayah lainnya.
Safari politik Jokowi bersama PSI pun terus menjadi perhatian pengamat maupun pelaku politik nasional. Sejumlah pihak menilai kunjungan ke berbagai daerah berpotensi memengaruhi dinamika politik lokal, sementara pihak lain melihatnya sebagai aktivitas silaturahmi politik yang wajar dilakukan oleh seorang mantan presiden.
Di sisi lain, PDIP menegaskan tidak ingin terjebak dalam polemik mengenai istilah maupun simbol politik. Partai berlambang banteng itu memilih tetap menitikberatkan perhatian pada agenda pelayanan kepada masyarakat serta berbagai isu yang dinilai lebih penting bagi kepentingan publik.





