PANTURAUPDATE.COM – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mulai mendorong pelaksanaan Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah (Gamas) sebagai upaya memperkuat peran ayah dalam pengasuhan anak. Program tersebut dibarengi dengan kebijakan fleksibilitas jam kerja bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang memiliki anak usia sekolah pada awal tahun ajaran 2026/2027.
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, mengatakan kebijakan tersebut diberikan agar para ayah memiliki kesempatan mendampingi anak saat memulai aktivitas belajar di sekolah pada Senin (13/7/2026). Menurutnya, kehadiran orang tua, khususnya ayah, menjadi dukungan moral yang penting bagi anak di hari pertama masuk sekolah.
“Kesejahteraan ASN tidak hanya diukur dari gaji maupun tunjangan. Kesempatan untuk mengantar anak ke sekolah juga merupakan bagian dari kesejahteraan keluarga,” ujar Sumarno saat menghadiri kegiatan di Kabupaten Karanganyar, Jumat (10/7/2026).
Kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Gubernur Jawa Tengah Nomor S/400.13.26/207/2026 tertanggal 17 Juni 2026 yang mengatur pelaksanaan Gerakan Ayah Mengambil Rapor Anak ke Sekolah (Gemar) dan Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah (Gamas).
Melalui surat edaran itu, pemerintah daerah mengajak para ayah untuk lebih aktif terlibat dalam berbagai momen penting pendidikan anak. Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat hubungan emosional antara orang tua dan anak sejak usia dini.
Sumarno menilai, momen mengantar anak ke sekolah merupakan pengalaman berharga yang tidak akan terulang ketika anak beranjak dewasa. Karena itu, ia mengimbau para ASN memanfaatkan kebijakan yang telah diberikan untuk mendampingi anak pada hari pertama sekolah.
Menurutnya, ketika anak memasuki jenjang pendidikan yang lebih tinggi, biasanya mereka mulai mandiri dan tidak lagi didampingi orang tua saat berangkat ke sekolah. Oleh sebab itu, kesempatan ketika anak masih berada di usia dini menjadi waktu yang tepat untuk membangun kedekatan dalam keluarga.
Selain memberikan fleksibilitas waktu kerja, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga menyesuaikan sejumlah agenda kedinasan pada hari pertama sekolah. Jadwal apel pagi, misalnya, dapat diundur agar tidak menghambat ASN yang ingin mengantar anaknya terlebih dahulu sebelum menjalankan tugas sebagai aparatur negara.
“Kami berharap minimal pada hari pertama sekolah para ASN dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk mengantar anak-anak mereka. Apabila ada kegiatan seperti apel, waktunya bisa disesuaikan setelah para pegawai selesai mendampingi anak ke sekolah,” kata Sumarno.
Program Gamas menjadi salah satu bentuk komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam membangun keluarga yang lebih harmonis sekaligus meningkatkan keterlibatan ayah dalam proses tumbuh kembang anak. Selama ini, peran pengasuhan kerap lebih banyak melekat pada ibu, padahal kehadiran ayah juga memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan psikologis maupun kepercayaan diri anak.
Melalui kebijakan tersebut, pemerintah berharap budaya keterlibatan ayah dalam kehidupan sehari-hari anak semakin tumbuh, tidak hanya pada momen hari pertama sekolah, tetapi juga dalam aktivitas pendidikan lainnya. Kehadiran orang tua dinilai mampu memberikan rasa aman, semangat, serta motivasi bagi anak untuk menjalani proses belajar di lingkungan sekolah.
Dengan dukungan kebijakan yang berpihak pada keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan keluarga, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berharap Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah dapat menjadi contoh praktik baik yang menginspirasi daerah lain dalam memperkuat ketahanan keluarga melalui dunia pendidikan.





