PANTURAUPDATE.COM – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto bersama Perdana Menteri India Narendra Modi meninjau Kompleks Candi Prambanan di Daerah Istimewa Yogyakarta, Rabu (8/7). Kunjungan tersebut menjadi penanda dimulainya proyek konservasi Candi Prambanan sebagai bagian dari penguatan kemitraan strategis Indonesia dan India di bidang pelestarian warisan budaya.
Agenda itu tidak hanya menjadi simbol eratnya hubungan diplomatik kedua negara, tetapi juga menegaskan komitmen bersama dalam menjaga salah satu situs warisan dunia yang memiliki nilai sejarah, budaya, dan arsitektur tinggi. Proyek konservasi tersebut merupakan tindak lanjut dari kesepakatan yang dicapai Indonesia dan India dalam kerja sama strategis yang disepakati pada 2025.
Sehari sebelum kunjungan ke Yogyakarta, Perdana Menteri Narendra Modi menyampaikan bahwa dirinya bersama Presiden Prabowo akan meresmikan dimulainya proyek konservasi Candi Prambanan. Menurut Modi, kompleks candi yang telah berdiri lebih dari seribu tahun itu menjadi bukti kuat hubungan sejarah dan peradaban yang telah terjalin antara Indonesia dan India selama berabad-abad.
Ia menilai pelestarian Candi Prambanan bukan hanya penting bagi Indonesia, tetapi juga memiliki makna bagi hubungan budaya kedua negara yang memiliki akar sejarah panjang.
Pelaksanaan proyek konservasi dilakukan melalui kolaborasi antara Pemerintah India dengan Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, Indonesian Heritage Institute, serta Archaeological Survey of India (ASI). Sebelum dimulai, berbagai tahapan persiapan telah dilakukan, mulai dari survei lapangan, kajian teknis, hingga penyusunan laporan konservasi sebagai dasar pelaksanaan proyek.
Kerja sama tersebut berlandaskan Letter of Intent (LoI) mengenai konservasi dan pemugaran Kompleks Candi Prambanan yang sebelumnya ditandatangani sebagai salah satu hasil pertemuan bilateral Presiden Prabowo dan PM Narendra Modi di Istana Merdeka, Jakarta. Dokumen itu menjadi pijakan awal bagi kedua negara untuk mengembangkan kolaborasi jangka panjang dalam menjaga kelestarian situs budaya berkelas dunia.
Kolaborasi konservasi diharapkan mampu menghadirkan metode pelestarian yang mengacu pada standar internasional tanpa menghilangkan nilai autentik dan karakter sejarah Candi Prambanan. Selain menjaga keberlanjutan bangunan cagar budaya, proyek tersebut juga diharapkan dapat memperkuat kapasitas sumber daya manusia di bidang konservasi melalui pertukaran keahlian antara Indonesia dan India.
Upaya pelestarian itu dinilai semakin relevan seiring meningkatnya jumlah wisatawan yang berkunjung ke Candi Prambanan setiap tahun. Sepanjang 2025, kawasan cagar budaya tersebut tercatat menerima lebih dari 2,3 juta kunjungan wisatawan. Sementara hingga triwulan II tahun 2026, jumlah pengunjung telah melampaui 1,3 juta orang.
Peningkatan angka kunjungan tersebut menunjukkan bahwa Candi Prambanan tetap menjadi salah satu destinasi wisata budaya unggulan Indonesia yang diminati wisatawan domestik maupun mancanegara. Tingginya aktivitas wisata juga memperkuat kebutuhan akan upaya konservasi yang berkelanjutan agar nilai sejarah dan keaslian situs tetap terjaga.
Selain mendukung pelestarian warisan budaya, proyek ini diharapkan memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata, pendidikan, dan ekonomi masyarakat di sekitar kawasan candi. Kehadiran kerja sama internasional tersebut juga menjadi peluang untuk memperkenalkan Candi Prambanan sebagai ikon peradaban dunia yang terus terawat dan memiliki daya tarik global.
Melalui dimulainya proyek konservasi ini, Indonesia dan India kembali menegaskan komitmen memperkuat hubungan bilateral yang tidak hanya berfokus pada kerja sama ekonomi dan politik, tetapi juga pada pelestarian warisan budaya sebagai jembatan persahabatan kedua bangsa. Dengan dukungan teknologi, keahlian, dan kolaborasi lintas negara, Candi Prambanan diharapkan tetap lestari dan dapat dinikmati oleh generasi mendatang.





