PANTURAUPDATE.COM – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menghadiri puncak peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 Tingkat Nasional yang berlangsung di Indonesia Arena, Kompleks Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta Selatan, Minggu (12/7). Momentum tersebut menjadi penegasan komitmen pemerintah dalam memperkuat koperasi sebagai fondasi ekonomi kerakyatan menuju Indonesia Emas 2045.
Mengusung tema “Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya”, peringatan Harkopnas tahun ini diselenggarakan oleh Kementerian Koperasi bersama Dewan Koperasi Indonesia (DEKOPIN). Acara tersebut dihadiri ribuan pelaku koperasi dari berbagai daerah serta jajaran pejabat negara.
Sejumlah tokoh turut hadir dalam kegiatan itu, di antaranya pimpinan lembaga negara, anggota MPR, DPR, dan DPD RI, para menteri serta wakil menteri Kabinet Merah Putih, duta besar negara sahabat, gubernur, bupati, wali kota, jajaran direksi BUMN, hingga pengurus dan anggota koperasi dari seluruh Indonesia.
Ketua Umum DEKOPIN, Bambang Haryadi, mengatakan perhatian Presiden Prabowo terhadap penguatan koperasi telah terlihat sejak sebelum menjabat sebagai kepala negara. Menurutnya, komitmen tersebut kini diwujudkan melalui berbagai kebijakan strategis, termasuk Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang telah ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional.
Ia menilai langkah pemerintah tersebut menjadi sinyal kuat bahwa koperasi kembali ditempatkan sebagai salah satu instrumen penting dalam mendorong pemerataan ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Sementara itu, Menteri Koperasi Ferry Juliantono menyampaikan bahwa peringatan Hari Koperasi tahun ini selaras dengan arah pembangunan nasional yang tertuang dalam Asta Cita Presiden Prabowo. Menurutnya, pemerintah terus mendorong lahirnya koperasi modern yang mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
Dalam laporannya, Ferry memaparkan sejumlah perkembangan Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di berbagai wilayah. Beberapa di antaranya meliputi pengembangan koperasi berbasis pembangkit listrik tenaga surya di Batam, koperasi produsen kopi di Subang, koperasi hilirisasi kelapa sawit di Musi Banyuasin, serta koperasi susu sapi perah di Pangalengan, Kabupaten Bandung.
Program-program tersebut dinilai menjadi contoh nyata bagaimana koperasi dapat berkembang sebagai pusat produksi, distribusi, sekaligus penggerak ekonomi lokal berbasis potensi daerah.
“Koperasi seakan mengalami tidur panjang, dan saat pemerintahan Bapak Presiden ini, koperasi bangkit kembali untuk menjadi kekuatan ekonomi bangsa,” ujar Ferry Juliantono dalam sambutannya.
Pada puncak acara, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan arahan kepada seluruh insan koperasi agar terus memperkuat semangat persatuan dan gotong royong dalam membangun koperasi yang sehat, profesional, akuntabel, serta memiliki daya saing tinggi.
Presiden juga menekankan pentingnya peran koperasi sebagai wadah pemberdayaan masyarakat yang mampu membuka lapangan kerja, meningkatkan produktivitas, dan memperkuat ketahanan ekonomi nasional, terutama dari tingkat desa dan kelurahan.
Peringatan Hari Koperasi Nasional ke-79 diharapkan menjadi titik awal kebangkitan gerakan koperasi Indonesia di tengah tantangan ekonomi global. Melalui sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat, koperasi diharapkan mampu berkembang menjadi pilar utama ekonomi kerakyatan yang tangguh, inklusif, dan berkelanjutan demi mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.





