PANTURAUPDATE.COM – Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang resmi melepas 671 mahasiswa untuk mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Periode XXXVII Tahun 2026. Ratusan mahasiswa tersebut akan diterjunkan ke 28 desa di Kabupaten Kendal dengan membawa misi mendukung percepatan penurunan angka stunting sekaligus memperkuat upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba di tengah masyarakat.
Pelepasan mahasiswa KKN berlangsung pada Sabtu (25/7) dan dihadiri sejumlah pejabat, di antaranya Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah Brigjen Pol. Dr. H. Agus Rohmat, S.I.K., S.H., M.Hum., Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah dr. Elhamangto Zudhan, M.K.M., Rektor Unwahas Prof. Dr. Ir. Helmy Purwanto, S.T., M.T., IPM, beserta jajaran pimpinan universitas.
Sebelum diterjunkan ke lokasi pengabdian, para mahasiswa mendapatkan pembekalan dari sejumlah narasumber yang memiliki kompetensi di bidang kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Materi pertama disampaikan oleh Administrator Kesehatan Ahli Madya Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Wafika Rahmawati, S.Kep., Ns., M.Kes., yang menekankan pentingnya peran mahasiswa dalam mendukung pembangunan kesehatan masyarakat, khususnya melalui edukasi dan pendampingan program percepatan penurunan stunting.
Sementara itu, pembekalan kedua diberikan oleh Koordinator Tim Kerja Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNN Provinsi Jawa Tengah, Jamaluddin Ma’ruf, S.Farm., Apt. Ia membekali peserta mengenai strategi pencegahan penyalahgunaan narkoba serta mendorong mahasiswa menjadi agen perubahan yang mampu mengedukasi masyarakat selama pelaksanaan KKN.
Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unwahas, Dr. Agus Riyanto, S.IP., M.Si., mengatakan seluruh peserta KKN berasal dari 15 program studi. Mereka akan melaksanakan pengabdian selama satu bulan, mulai 27 Juli hingga 27 Agustus 2026, di lima kecamatan yang tersebar di Kabupaten Kendal.
“Melalui program ini, mahasiswa diharapkan mampu mengimplementasikan ilmu pengetahuan, membangun kolaborasi dengan masyarakat, serta berkontribusi dalam peningkatan kualitas kesehatan, pendidikan, ekonomi, dan pemberdayaan masyarakat,” ujarnya.
Menurut Agus, KKN menjadi salah satu bentuk implementasi tridarma perguruan tinggi yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu secara langsung sekaligus menghadirkan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
Rektor Unwahas Prof. Helmy Purwanto berharap kehadiran mahasiswa di desa-desa mampu melahirkan berbagai program inovatif yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat serta memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan warga dalam mendorong pembangunan desa yang mandiri dan berkelanjutan.
“KKN bukan sekadar kegiatan akademik rutin, tetapi merupakan wujud nyata pengabdian perguruan tinggi kepada masyarakat. Mahasiswa diharapkan hadir sebagai agen perubahan, agen pemberdayaan, sekaligus duta kampus yang membawa nilai-nilai intelektualitas, Aswaja, dan kepedulian sosial di tengah masyarakat,” katanya.
Pada kesempatan yang sama, Kepala BNNP Jawa Tengah Brigjen Pol. Agus Rohmat menilai mahasiswa memiliki posisi strategis dalam membangun ketahanan masyarakat terhadap ancaman penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. Melalui program “Sobat Bersinar”, mahasiswa diharapkan mampu menjadi perpanjangan tangan dalam menyebarluaskan edukasi tentang bahaya narkoba kepada masyarakat di lokasi KKN.
“Hari ini kami tidak hanya memberikan pembekalan tentang bahaya narkoba. Kami ingin mahasiswa KKN Unwahas menjadi Sobat Bersinar, menjadi sahabat sekaligus penggerak pencegahan narkoba di tengah masyarakat. Setelah turun ke desa, pesan Bersinar harus ikut bergerak bersama mereka,” tegas Agus.
Melalui pelaksanaan KKN Reguler Periode XXXVII ini, Unwahas menegaskan komitmennya dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial, kemampuan berkolaborasi, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan masyarakat melalui program-program yang berdampak langsung.





