• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Privacy Policy
Sabtu, Oktober 10, 2026
Pantura Update
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Jateng
  • Advertorial
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Kriminal
  • Loker
  • Opini
  • Viral
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Jateng
  • Advertorial
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Kriminal
  • Loker
  • Opini
  • Viral
No Result
View All Result
Pantura Update
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Jateng
  • Advertorial
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Kriminal
  • Loker
  • Opini
  • Viral
Home Jateng

Festival Adhiloka Semarakkan HUT ke-703 Pati, Bakal Jadi Agenda Wisata Tahunan

Redaksi Pantura Update by Redaksi Pantura Update
2 bulan ago
in Jateng, Pendidikan
Festival Adhiloka Semarakkan HUT ke-703 Pati, Bakal Jadi Agenda Wisata Tahunan

Penampilan Tari Kolosal perwakilan Kecamatan Jaken dalam karnaval budaya Festival Adhiloka di Alun-Alun Pati, Sabtu malam (8/8/2026).

76
SHARES
218
VIEWS

PANTURAUPDATE.COM — Ribuan warga memadati kawasan Alun-Alun Pati hingga Jalan Panglima Sudirman, Sabtu (8/8/2026) malam. Mereka antusias menyaksikan Festival Adhiloka yang digelar sebagai bagian dari peringatan Hari Jadi ke-703 Kabupaten Pati.

Sejak malam mulai gelap, suasana pusat kota Pati berubah semarak. Ratusan penampil bersama armada hias bergerak melintasi kawasan panggung utama. Sorotan lampu warna-warni turut menghidupkan pertunjukan tari kolosal yang melibatkan 21 kelompok dari seluruh kecamatan di Kabupaten Pati.

Warga tampak memenuhi sisi jalan. Anak-anak hingga lanjut usia turut menyaksikan pertunjukan dengan duduk lesehan maupun di balik pagar pembatas. Sebagian penonton bahkan mengabadikan parade menggunakan telepon seluler.

Tidak sekadar menampilkan hiburan, masing-masing kelompok membawa identitas budaya dan potensi unggulan dari wilayahnya. Beragam ornamen digunakan untuk memperkuat pesan dalam setiap pertunjukan.

Kecamatan Jaken, misalnya, menghadirkan replika bawang merah berukuran besar. Komoditas tersebut menjadi simbol ketekunan, kebersamaan, sekaligus harapan terhadap kesejahteraan masyarakat. Sementara itu, rombongan Kecamatan Gunungwungkal membawa ornamen bunga kopi dalam penampilannya.

BeritaTerkait

Tabebuya Bermekaran di Semarang, Jalan Madukoro Disulap Jadi Spot ‘Nge-Jepang’

Perbedaan Pura Mangkunegaran dan Keraton Solo, Mengapa Ada Dua Istana di Surakarta?

Mengapa Bandung, Yogyakarta, dan Semarang Punya Banyak Bangunan Kolonial Belanda?

Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra mengatakan peringatan Hari Jadi ke-703 Kabupaten Pati mengangkat tema “Sumunar Terang Mbangun Kemajengan”, yang bermakna bersinar terang membangun kemajuan.

Menurut Chandra, tema tersebut menggambarkan optimisme sekaligus arah pembangunan Pati ke depan. Kemajuan daerah, kata dia, tidak hanya berkaitan dengan pembangunan infrastruktur, tetapi juga mencakup pendidikan, kesehatan, kesejahteraan, pelayanan publik, pertumbuhan ekonomi, pemerataan pembangunan, serta pelestarian kebudayaan.

“Semoga acara Hari Jadi Pati yang ke-703 tahun ini menjadi tonggak sejarah untuk Kabupaten Pati yang lebih maju dan lebih makmur,” kata Chandra saat memberikan sambutan dari panggung utama.

Ia juga menegaskan Festival Adhiloka menjadi ruang bagi generasi muda Pati untuk menunjukkan bakat dan kreativitas di bidang seni dan budaya. Keterlibatan anak-anak muda dinilai penting untuk memastikan tradisi daerah tetap hidup dan berkembang.

Pemkab Pati bahkan berencana menjadikan Festival Adhiloka sebagai agenda tahunan dalam kalender pariwisata daerah.

“Acara ini akan terus diadakan setiap tahunnya menjadi kalender wisata Kabupaten Pati. Jadi acara ini tahun depan juga akan kami laksanakan,” ujar Chandra.

Festival tersebut sekaligus menampilkan beragam Objek Pemajuan Kebudayaan (OPK) dari 21 kecamatan. Di antaranya Nasi Gandul Gajahmati, Lamporan Soneyan, tradisi petani garam, Meron Sukolilo, batik Bakaran, kopi Jrahi, hingga kelapa kopyor.

Penyelenggaraan festival diharapkan tidak berhenti sebagai perayaan hari jadi. Pemkab Pati ingin kekayaan budaya tersebut menjadi bagian dari promosi pariwisata sekaligus membuka ruang bagi pertumbuhan ekonomi kreatif masyarakat.

Dengan keterlibatan 21 kecamatan, Festival Adhiloka menjadi panggung bersama untuk memperkenalkan keragaman budaya Pati kepada masyarakat. Agenda ini juga diharapkan mampu memperkuat kolaborasi antarelemen daerah dalam mendorong Pati semakin maju dan sejahtera.

Tags: Festival AdhilokaJawa TengahPANTURA UPDATEPati
Redaksi Pantura Update

Redaksi Pantura Update

BeritaTerkait

Tabebuya Bermekaran di Semarang, Jalan Madukoro Disulap Jadi Spot 'Nge-Jepang'

Tabebuya Bermekaran di Semarang, Jalan Madukoro Disulap Jadi Spot ‘Nge-Jepang’

Agustus 17, 2026
Perbedaan Pura Mangkunegaran dan Keraton Solo, Mengapa Ada Dua Istana di Surakarta?

Perbedaan Pura Mangkunegaran dan Keraton Solo, Mengapa Ada Dua Istana di Surakarta?

Agustus 17, 2026
Mengapa Bandung, Yogyakarta, dan Semarang Punya Banyak Bangunan Kolonial Belanda?

Mengapa Bandung, Yogyakarta, dan Semarang Punya Banyak Bangunan Kolonial Belanda?

Agustus 17, 2026
Load More
Next Post
AI Factory 1 GW Disiapkan di Batang, Indonesia Bidik Posisi Hub AI ASEAN

AI Factory 1 GW Disiapkan di Batang, Indonesia Bidik Posisi Hub AI ASEAN

BeritaPopuler

  • Deputi Bakom RI Sebut Esports Indonesia Terus Naik Level dan Bukan Sekadar Bermain Gim

    Deputi Bakom RI Sebut Esports Indonesia Terus Naik Level dan Bukan Sekadar Bermain Gim

    48 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Daftar 9 Zona Parkir Elektronik di Semarang, Pembayaran Kini Bisa Menggunakan QRIS

    111 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Privacy Policy

Copyright ©2026 Pantura Update - All rights reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Jateng
  • Advertorial
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Kriminal
  • Loker
  • Opini
  • Viral

Copyright ©2026 Pantura Update - All rights reserved