• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Privacy Policy
Senin, Oktober 12, 2026
Pantura Update
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Jateng
  • Advertorial
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Kriminal
  • Loker
  • Opini
  • Viral
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Jateng
  • Advertorial
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Kriminal
  • Loker
  • Opini
  • Viral
No Result
View All Result
Pantura Update
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Jateng
  • Advertorial
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Kriminal
  • Loker
  • Opini
  • Viral
Home Jateng

Semarang Jadi Pilot Project Pengolahan Sampah Jadi BBM dengan Teknologi Pirolisis

Redaksi Pantura Update by Redaksi Pantura Update
2 bulan ago
in Jateng, Nasional, Pendidikan
Semarang Jadi Pilot Project Pengolahan Sampah Jadi BBM dengan Teknologi Pirolisis

Penandatanganan nota kesepakatan bersama antara Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti dan Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak di Mabesad, Jakarta,

23
SHARES
97
VIEWS

PANTURAUPDATE.COM – Pemerintah Kota Semarang menggandeng TNI Angkatan Darat (TNI AD) dalam penerapan teknologi pirolisis untuk mengolah sampah menjadi bahan bakar minyak (BBM). Kota Semarang menjadi salah satu daerah yang diproyeksikan sebagai lokasi percontohan penerapan teknologi tersebut.

Kerja sama ini menjadi bagian dari upaya mencari alternatif penanganan persoalan sampah melalui pemanfaatan teknologi. Pengolahan sampah dengan pirolisis diharapkan dapat membantu mengurangi volume sampah sekaligus menghasilkan produk yang memiliki nilai tambah.

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti mengatakan, persoalan sampah membutuhkan penanganan yang tidak hanya mengandalkan cara-cara konvensional.

“Persoalan sampah sudah sangat mendesak. Kita tidak bisa terus menggunakan cara lama. Teknologi harus dipakai untuk mengurangi sampah sekaligus mengubahnya menjadi sesuatu yang bernilai,” kata Agustina dalam keterangan yang disampaikan akhir pekan ini.

Selain Semarang, penerapan teknologi pirolisis tersebut direncanakan menyasar sejumlah daerah lain. Di antaranya Kota Bekasi, Kota Bogor, dan Kabupaten Bogor.

BeritaTerkait

BCA Tebar Dividen Interim Rp 3,07 Triliun, Ini Jadwal Pembayarannya

Arsenal Hancurkan Man City 3-0, The Gunners Juara Community Shield 2026

Arsenal Hancurkan Man City 3-0, The Gunners Juara Community Shield 2026

Menurut Agustina, keterlibatan TNI AD dalam program tersebut menjadi bagian dari penguatan kolaborasi lintas institusi untuk menghadapi persoalan sampah yang semakin kompleks.

Ia menegaskan, status Semarang sebagai salah satu daerah pilot project harus diikuti dengan hasil yang dapat diukur. Bukan sekadar menghadirkan teknologi, tetapi memastikan penggunaannya benar-benar mampu memberikan dampak terhadap pengurangan sampah dan lingkungan.

“Kalau Kota Semarang dipercaya menjadi bagian dari pilot project nasional, maka ukurannya adalah berapa banyak sampah yang bisa dikurangi, seberapa aman teknologinya, dan sebesar apa manfaatnya bagi masyarakat,” ujarnya.

Agustina juga menekankan bahwa penggunaan teknologi pirolisis tidak berarti mengesampingkan upaya pengurangan dan pemilahan sampah dari sumbernya.

Pemkot Semarang, kata dia, tetap menjalankan pendekatan dari hulu melalui berbagai program, termasuk Semarang Bersih dan gerakan Semarang Wegah Nyampah. Edukasi serta perubahan perilaku masyarakat tetap menjadi bagian penting dalam sistem pengelolaan sampah.

Sementara itu, teknologi pengolahan disiapkan untuk menangani sampah residu yang belum dapat diselesaikan melalui metode konvensional.

“Teknologi bukan berarti masyarakat boleh berhenti memilah sampah. Semakin maju teknologinya, semakin penting sampah dipilah dari sumbernya,” jelas Agustina.

Ia menambahkan, pemerintah daerah akan memperhatikan sejumlah aspek dalam pengembangan teknologi tersebut, mulai dari dampak lingkungan, regulasi, keselamatan hingga keberlanjutan ekonomi.

Pemkot Semarang ingin memastikan teknologi yang diterapkan bukan sekadar modern, tetapi mampu menjawab persoalan sampah secara nyata.

“Kalau sampah berkurang, lingkungan lebih baik, dan hasil pengolahannya bisa memberi nilai tambah, itu baru namanya solusi,” kata Agustina.

Tags: Agustina WilujengBBMPemkot SemarangTeknologi Pirolosistni ad
Redaksi Pantura Update

Redaksi Pantura Update

BeritaTerkait

BCA Tebar Dividen Interim Rp 3,07 Triliun, Ini Jadwal Pembayarannya

BCA Tebar Dividen Interim Rp 3,07 Triliun, Ini Jadwal Pembayarannya

Agustus 19, 2026

Arsenal Hancurkan Man City 3-0, The Gunners Juara Community Shield 2026

Agustus 19, 2026
Arsenal Hancurkan Man City 3-0, The Gunners Juara Community Shield 2026

Arsenal Hancurkan Man City 3-0, The Gunners Juara Community Shield 2026

Agustus 19, 2026
Load More
Next Post
Presiden Prabowo Resmikan 3.395 Jembatan TNI-Polri dan 3.000 Sumber Air Bersih: Bentuk Bakti kepada Rakyat

Presiden Prabowo Resmikan 3.395 Jembatan TNI-Polri dan 3.000 Sumber Air Bersih: Bentuk Bakti kepada Rakyat

BeritaPopuler

  • Deputi Bakom RI Sebut Esports Indonesia Terus Naik Level dan Bukan Sekadar Bermain Gim

    Deputi Bakom RI Sebut Esports Indonesia Terus Naik Level dan Bukan Sekadar Bermain Gim

    48 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Daftar 9 Zona Parkir Elektronik di Semarang, Pembayaran Kini Bisa Menggunakan QRIS

    111 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Privacy Policy

Copyright ©2026 Pantura Update - All rights reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Jateng
  • Advertorial
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Kriminal
  • Loker
  • Opini
  • Viral

Copyright ©2026 Pantura Update - All rights reserved